POSMETRO.CO Metro Kepri Karimun

Peristiwa di Laut Arafuru, Kobarkan Semangat Prajurit Lanal TBK di Peringatan Hari Samudera Tahun 2023

DanLanal TBK saat menjadi Irup di Peringatan Hari Dharma Samudera tahun 2023, Senin (16/1) di Mako Lanal TBK.(Foto-dok Pen Lanal TBK)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Hari ini, Tepat enam puluh tahun yang lalu. Suatu peristiwa di laut Arafuru menjadi lukisan tinta emas dalam lembar sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Putra-putra Bumi Pertiwi gugur dalam keberanian yang tak terbayangkan.

Perjuangan yang luar biasa. Saat itu dengan kapal yang jauh lebih kecil, sama sekali tidak mengecilkan semangat patriotisme mereka untuk melawan armada Belanda.

Masih terkenang dalam ingatan, saat Komodor Yos soedarso berseru dengan lantang “Kobarkan semangat pertempuran. Satu teriakan yang ternyata mampu membakar semangat perlawanan prajurit RI Matjan Tutul.

Padahal ketika itu mereka tahu, peluang menang hanya sebatas mimpi, hampir mustahil. Namun dengan semangat yang membara mereka terus bertempur dan menolak untuk berkata menyerah.

Peristiwa itu adalah sekilas teladan sempurna dari sikap ksatria, semangat patriotisme, jiwa korsa, kerelaan berkorban, dan perjuangan tanpa pamrih para pahlawan-pahlawan samudera di negeri Indonesia yang tercinta.

Nilai-nilai kepahlawanan dan perjuangan itu hingga kini harus terus diabadikan dalam setiap hati sanubari Prajurit Jalasena dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Situasi dan tantangan yang dihadapi akan berbeda dari generasi ke generasi, tetapi nilai-nilai kepahlawanan dan prinsip-prinsip perjuangan tidak akan pernah berubah dan berganti-ganti.

Warisan nilai-nilai kepahlawanan dan prinsip-prinsip perjuangan yang telah dicontohkan oleh para pendahulu menjadi semakin penting pada situasi saat ini, dan tak boleh terhapus dalam ingatan. Sampai kapanpun.

Prajurit Lanal TBK saat mengikuti upacara peringatan hari Dharma Samudera tahun 2023, Senin (16/1) di Mako Lanal TBK.(Foto-dok Pen Lanal TBK

Apalagi saat ini kemajuan teknologi telah membuka interaksi tanpa batas antar bangsa-bangsa di dunia yang melahirkan berbagai pengaruh, tidak hanya positif, tetapi juga bahaya negatif.

Situasi ini berpotensi mengikis identitas dan karakter bangsa Indonesia yang dapat mengancam jati diri dan ketahanan sebagai sebuah bangsa yang berdaulat. Keteladanan akan nilai kepahlawanan dan prinsip perjuangan juga sangat penting dalam membangun kejayaan di tubuh TNI Angkatan Laut.

“Saya tegaskan kepada setiap prajurit Jalasena Samudera yang menjadi garda terdepan di semua palagan, yang mengamankan laut-laut perbatasan. Yang mengawal pulau-pulau terluar. yang menjaga perdamaian dunia, yang menjamin tegaknya hukum di setiap penjuru laut Nusantara, dan para prajurit dimanapun kalian berada. Laut adalah Medan Dharma bhakti kita. Jangan biarkan satu sejengkal laut kita tak terjaga, jangan biarkan kekayaan alam kita dirampas dengan semena-mena. Jangan biarkan sedetikpun keamanan laut tidak kita pelihara. Terus kobarkan semangat pengabdian yang tulus demi kejayaan bangsa Indonesia. Terima kasih dan apresiasi yang setinggitingginya kepada seluruh prajurit Jalasena Samudera dimanapun berada dan bertugas, yang telah mempersembahkan pengabdian terbaik demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan negara, serta keselamatan segenap bangsa,” tegas Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Joko Santosa S.E.,M.Tr. Hanla, CHRMP saat membaca amanat KasAL Laksamana Ali dalam upacara Hari Dharma Samudera ke 60 di Mako Lanal TBK, Senin (16/1).

Dilanjutkannya melalui sesanti Jalesveva Jayamahe, mari jadikan peringatan Hari Dharma Samudera ini untuk meneladani dan mengamalkan nilai-nilai patriotisme, kepahlawanan, perjuangan dan kepemimpinan yang diwariskan oleh para pendahulu dalam setiap gerak pengabdian kepada Bangsa dan Negara.

Prajurit Lanal TBK saat mengikuti upacara peringatan hari Dharma Samudera tahun 2023, Senin (16/1) di Mako Lanal TBK.(Foto-dok Pen Lanal TBK

“Semoga Allah Subhana Wa ta’ala senantiasa memberikan petunjuk dan perlindungan-nya kepada kita semua dalam melanjutkan Dharma Bhakti kepada TNI Angkatan Laut, TNI, Bangsa dan Negara yang sangat kita cintai bersama,” tambahnya.

Seusai tema dalam hari Dharma Samudera tahun ini Kobarkan Semangat Juang Samudera Untuk Kejayaan Indonesia.

Peringatan Hari Dharma Samudera adalah untuk mengenang peristiwa heroik yang terjadi di Laut Aru, Maluku yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1962.

Pada peristiwa tersebut dimana tiga kapal cepat torpedo TNI Angkatan Laut yaitu, KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau, bertempur melawan dua kapal jenis destroyer serta pesawat jenis Neptune dan Frely milik Belanda demi mempertahankan Irian Barat.

Pertempuran Laut Arafuru yang terjadi merupakan peristiwa bersejarah yang dialami Angkatan Laut indonesia yang ditunjukkan pelaut-pelaut kita dibawah kepemimpinan Comodor Yos Sudarso. Sebagai Prajurit Laut, beliau menunjukkan keteladanan dan inspirasi kepemimpinan dalam melaksanakan tugas yang diemban. Sifat rela berkorban dan ikhlas dalam bekerja merupakan nilai-nilai luhur yang ditunjukkan dalam peristiwa tersebut.

“Pada hari ini kita dapat menyelenggarakan peringatan hari dharma samudera tahun 2023, yang tepatnya jatuh pada tanggal 15 januari kemarin. Peringatan Hari Dharma Samudera kita gunakan sebagai momentum untuk mengenang kepahlawanan para pejuang laut yang telah mendharma-bhaktikan, bahkan merelakan hidupnya demi kejayaan bangsa dan negara.

“Kobarkan Terus Semangat Pertempuran. Jalesveva Jayamahe,” tutup Joko Santosa.

Hadir dalam kegiatan tersebut
Palaksa Mayor Laut (H) P. Panjaitan, S.H.,M.Han., ibu Ketua Jalasenastri Cabang 6 Korcab IV DJA I Ny. Wulandari Joko Santosa, Dankal Pelawan Kapten Laut (P) July Prasongko, Pasops Kapten Laut (P) Endy Kurniawan, Dandenpomal Kapten Laut (PM) Mahatma Adhi Pradana, S.ST, Han. Perwira Staf, Bintara Tamtama dan PNS Lanal TBK.(ria/*)