POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Puluhan Karyawan PT Yixin Teknologi Plastik Mogok Kerja  

Para karyawan yang mogok kerja terlihat berada di depan perusahaan.

BATAM, POSMETRO.CO : Sekitar 35 orang karyawan PT Yixin Teknologi Plastik, yang didominasi kaum ibu-ibu mogok kerja, Kamis (12/1).

Karyawan tersebut merupakan pekerja bagian sortir, mereka menuntut potongan gaji agar dikembalikan pihak perusahaan

Aksi mogok kerja yang berlangsung di KM 6 No. 5, Komplek Batam Cipta Industri, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji itu turut dikawal pihak Kepolisian sektor Batuaji.

Mereka berkumpul dengan tertib di depan perusahaan, dan menyampaikan tuntutan mereka.

“Kami minta perusahaan untuk mengembalikan potongan gaji yang diterapkan sepihak oleh manajemen, sebesar Rp 20 ribu perhari,” ucap Florida, salah satu karyawan.

Florida mengaku, sudah tiga bulan gaji yang disepakati dipotong sepihak. Perharinya sebesar Rp 20 ribu. Padahal kesepakatan awal gajinya utuh. Aksi mogok kerja ini pun sudah berjalan hampir sepekan.

“Manajemen belum merespon tuntutan kami, sehingga karyawan melanjutkan aksi mogok hingga siang,” imbuhnya.

Gustian, karyawan lain menyebut, pihak manajemen melakukan pemotongan gaji dengan alasan pekerjaan tidak mencapai target.

Padahal perjanjian kerja awal tidak ada poin target tersebut. Karyawan digaji harian dengan angka yang telah disepakati bersama, yakni Rp 120 ribu perhari

“Belakangan manajemen malah melakukan pemotongan sebesar Rp 20 ribu perhari, dengan alasan pekerjaan tidak mencapai target,” tegasnya.

Gustian mengaku, pekerjaan yang mereka lakukan cukup berat. Dan terkadang istirahat makan siang hanya 15 menit. Baginya, alasan tidak mencapai target tidak masuk akal, karena memang dari awal tidak ada target yang ditetapkan.

“Kami minta tolong kembalikan gaji kami yang dipotong itu,” pintanya.

Seperti diketahui, PT Yixin Teknologi Plastik merupakan perusahaan yang mengolah limbah plastik jadi biji plastik.

Perusahaan ini sebenarnya, membantu kaum ibu-ibu sekitar yang kesulitan mendapatkan kerja.

Pekerjaan tidak terikat sebab digaji sistem harian. Namun mereka yang bekerja diberi target untuk mencapai upah yang disepakati.

Febby dari pihak manajemen mengatakan, pemotongan itu sudah menjadi komitmen awal saat mereka merekrut karyawan harian lepas itu. Sebelum kerja sudah ada pemberitahuan kalau ada target kerja, yakni tujuh bal perhari untuk bagian sortir.

“Kalau memenuhi target, maka ada bonus Rp 10 ribu. Jadi perhari jadi Rp 130 ribu. Nah yang kami potong ini memang tak memenuhi target. Bahkan setiap hari ada briefing dari kami,” singkatnya. (jho)