POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Masjid Agung Akan Dipagar Sebelum Dibangun

BATAM, POSMETRO.CO: Madjid Agung Batamcentre bakal dipagar keliling sebelum dilakukan revitalisasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCK-TR) Kota Batam Suhar, Senin (11/7/).

“Iya, alat berat masuk usai Idul Adha 2022. Makanya kita tunda kemarin. Tapi sebelumnya, sekeliling Masjid Agung akan dipagar dulu,” jelas Suhar.

Ia menjelaskan, pihaknya juga akan membangun masjid sementara sementara proses revitalisasi dilaksanakan. Lokasinya berada tidak jauh dari kantin masjid saat ini. Sehingga, salat lima waktu, salat Jumat, dan ibadah utama tetap dilakukan di Masjid sementara.

“Kita bangun masjid sementara untuk menjalankan ibadah sehari-hari. Sebelumnya, dilakukan doa bersama dulu,” kata Suhar.

Suhar mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah melakukan
penandatanganan kontrak dengan perusahaan pemenang lelang yakni PT Adhi Karya. Tahapan berikutnya adalah serah terima lapangan.

“Kita akan melakukan mutual chek. Menyesuaikan RAB (Rencana Anggaran Biaya) dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan,”

Masih katanya, Masjid Agung Batamcenter di desain tim dari PT Adhi Karya atas masukkan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, tokoh agama dan ormas. Untuk merealisasikan hal tersebut, ada 7 kali pertemuan dalam pembahasan desain masjid tersebut

“Dalam pekerjaannya butuh 18 bulan. Sehingga, Desember 2023 nanti, bangunan sudah selesai,” beber Suhar.

Sementara, untuk pembayarannya dicicil dalam 3 tahun. Tahun pertama 2022 pembayarannya 30 persen, tahun kedua 2023 sebesar 25 persen dan tahun ketiga 2024 sebesar 45 persen.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyebutkan dari pagu anggaran Rp 209 miliar, bahwa PT Adhi Karya memenangkan proyek dengan nilai Rp167 miliar. Hal ini terdapat kurang lebih Rp 40 miliar yang dihilangkan dari pagu anggaran yang dibuat DCK-TR Kota Batam

“Ini akan menjadi masjid kedua di Pemko Batam, dan ketiga setelah masjid Tanjak. Saya harus mengakui konstruksi masjid tanjak jauh lebih baik dari masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Ini harus menjadi perhatian ketika memulai konstruksi proyek,” kata Rudi saat itu.

Rudi berharap, revitalisasi ini bisa berjalan dengan perencanaan yang matang. Apalagi, masjid tersebut merupakan salah satu bangunan yang berada di pusat kota dan menjadi tempat ibadah di area perkantoran Batam.

“Saya ingin kontruksi berjalan baik. Terutama terkait saluran air tolong diperhatikan. Saya tidak ingin bangunan masjid ini baru selesai dibangun tapi sudah ada yang bocor, keramik pecah, dan saluran airnya tidak lancar,” ujar Rudi mengingatkan. (hbb)