POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

320 Sapi Asal Lampung Tengah Tiba di Batam

320 sapi untuk hewan kurban, trip kapal pertama tiba di Pelabuhan Beton, Sekupang, Senin (20/6)

BATAM, POSMETRO.CO: Sebanyak 320 ekor sapi untuk kebutuhan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha tiba di Pelabuhan Beton Sekupang, Batam, Senin (20/6).

Setibanya di pelabuhan hewan kurban Idul Adha ini, dilakukan pengecekan dan penyemprotan disinfektan oleh petugas karantina hewan. Ratusan hewan ini diangkut dengan kapal motor kayu KM Murni. Kedatangan ini merupakan langkah penjemputan langsung yang sebelumnya dilakukan bersama oleh Asosiasi Peternak, Pemprov Kepri, dan Pemko Batam.

Ketua Asosiasi Peternak dan Penjual Hewan Ternak Batam, Musofa menyebutkan, seluruh sapi yang datang berasal dari Lampung Tengah. Pihaknya langsung menjemput ratusan sapi ini.

“Sapi yang tiba hari ini seluruhnya berasal dari Lampung Tengah. Ini kuota sapi yang kami jemput sendiri kemarin. Ini kapal trip pertama, sepanjutnya akan datang kapal lainnya,” katanya di lokasi.

Musofa menyebutkan, untuk kebutuhan hewan kurban Kota Batam, pihaknya mengupayakan total 3.000 ekor sapi, dan 14.500 ekor kambing. Namun, untuk pengiriman kedua hewan ternak ini dilakukan di dua pelabuhan berbeda. Dengan menggunakan sistem yang sama yakni port to port, sehingga tidak memungkinkan pengiriman akan singgah ke tempat lain.

“Kapal pembawa hewan sapi tersebut akan bersandar langsung di pelabuhan Sekupang, sementara hewan kambing ke pelabuhan Telaga Punggur, ini harus terpisah,” bebernya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam Mardanis menuturkan, pihaknya melakukan pemantauan hewan kurban yang datang ke Batam. Kedatangan ratusan sapi ini untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Batam.

“Kami melakukan pengawasan di sini. Semua sapi berasal dari Lampung Tengah. Siap ini sapi akan dilakukan karantina selama dua atau tiga hari di Dangas, Sekupang sesuai prosedur,” ucap Mardanis.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri Wahyu Wahyudin menambahkan, bahwa pengiriman hewan ternak kurban ini, sudah sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan antar kedua daerah. SOP yang diberlakukan dikatakannya sudah sesuai dengan upaya mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuki (PMK), yang menjangkiti sejumlah hewan berkaki 4.

“Koordinasi kedua daerah melalui dinas masing-masing, kita sudah lakukan sesuai standar, seperti penyemprotan disinfektan dan persyaratan lainnya sudah selesai, tinggal pengiriman hewan kurban itu bertahap, insya Allah kebutuhan hewan kurban tahun terpenuhi untuk Batam,” terang Wahyu Wahyudin.

Dikatakannya, sebelumnya DPRD Kepri bersama tim kesehatan hewan baik dari Pemprov Kepri maupun Pemko Batam, berada di daerah Lampung tengah selama 3 hari, hal tersebut guna memastikan terpenuhinya kuota kurban dan bisa terhindar dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kami di sana 3 hari, bersama dokter hewan, karantina, dan seluruh stakeholder, demikian juga dengan pemerintah Lampung itu sendiri, komunikasi kita bagus di sana. Sehingga target 3.000 ekor sapi bisa kita datangkan ke Batam,” ucap Wahyu.

Sebanyak 3.000 ekor sapi dan 14.500 ekor kambing itu sesuai permintaan dari para pedagang hewan kurban melalui Assosiasi.

“Jumlah itu merujuk dari kebutuhan tahun 2019, dengan situasi normal seperti saat ini, diperkirakan itu akan meningkat,” pungkasnya. (hbb)