POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Awal Juli Revitalisasi Masjid Agung Dimulai

BATAM, POSMETRO.CO: Rencana revitalisasi Masjid Agung Batamcenter, bakal dimulai awal Juli mendatang. Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar, Senin (6/6).

“Kalau semua lancar, awal Juli sudah bisa dikerjakan,” kata Suhar.

Masih katanya, ditanggal 15 Juni sudah ada pengumuman pemenang lelang. Selanjutnya, pada 21 Juni, dilakukan penandatanganan kontrak kerjasama. Seharusnya, pengerjaan dilakukan Juni namun molor dari jadwal. Karena tahapan lelang saat ini sedang tahapan evaluasi penawaran.

“Kalau rencananya tak ada lelang ulang sekarang sudah selesai penawaran. Prosesnya sekarang sedang dalam tahapan evaluasi penawaran,” bebernya.

Selama proses revitalisasi, pihaknya berharap operasional masjid ditutup, biar pekerjaannya bisa lebih cepat. Namun keputusan ini, akan disepakati bersama dengan pihak-pihak yang terkait.

“Sebelum pelaksanaan nanti Pak Wali Kota Batam akan mengumpulkan majelis, ulama, ormas Islam untuk mendudukkan perihal itu,” kata Suhar.

Sementara itu, tahap awal yang akan dikerjakan bagian halaman masjid sekaligus pembuatan basemen 2 lantai. Kemudian dilanjutkan dengan penambahan bangunan masjid.

“Halaman masjid banyak berubah. Kemudian buat basemen 2 lantai ke bawah. Bersamaan paralel, penambahan bangunan masjid, perubahan struktur masjid lama,” katanya.

Revitalisasi Masjid Raya Batam merupakan lanjutan program tertunda. Pengerjaan, Masjid Raya Batam membutuhkan anggaran mencapai Rp 210 miliar. Mekanisme pembangunan tahun jamak atau multiyears selama tiga tahun ke depan.

“Pembangunan secara multiyears selama tiga tahun. Mulai dari tahun 2022 sampai tahun 2024 nanti,” terangnya.

Adapun di tahun pertama pembangunan anggaran yang dikucurkan yakni sebesar Rp 63 miliar. Lalu Rp 94 miliar di tahun 2023 dan Rp 53 miliar di tahun 2024 atau di akhir pembangunan. Anggaran ini bersumber dari APBD Kota Batam.

“Saat ini kita lagi persiapan untuk konsultan managemen kontruksi. Selanjutnya baru proses lelang. Sehingga di Mei tahun 2022 sudah mulai proses pembangunan,”ujarnya.

Ruang lingkup pekerjaan fisik di tahun 2022 ini meliputi pembongkaran plasa masjid dan akan digali untuk selanjutnya dijadikan baseman dua lantai. Lantai dasar nantinya akan dijadikan lokasi parkir kendaraan. Sementara baseman atas digunakan untuk toilet dan tempat wuduk.

“Jadi tahap awal yang berjenjang ini akan kita bongkar dan gali untuk dibuat baseman dua lantai,” kata Suhar.

Selanjutnya sayap masing-masing tiap sisi masjid akan ditambah. Dimana lokasi toilet dan tempat wuduk yang ada saat ini akan dijadikan ruang sholat dan ruang serbaguna dua lantai. Sehingga kapasitas ruang sholat pun menjadi semakin lebih luas dalam menampung jemaah.

“Revitalisasi ini bisa dibilang merombak habis masjid yang ada saat ini,” kata Suhar.

Selanjutnya ada tambahan beberapa menara masjid. Namun tidak termasuk dengan menara utama. Selain itu di bagian atas baseman akan diberi batu granite sehingga bisa juga dipakai sebagai ruang sholat dalam kapasitas besar.

“Bedanya dengan masjid Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ada payung-payungnya. Kalau ini gak ada dan semuanya pakai granite,” katanya.

Selain itu, revitalisasi Masjid Agung Batam Center juga mencangkup bagian atap masjid. Dimana semua ornamen atap akan diganti semua. Selanjutnya koridor yang saat ini rusak dan pecah-pecah akan diganti dengan koridor yang lebih besar.

“Kita juga mengusulkan ketika pembangunan mulai dilakukan, masjid ditutup sementara, karena akan bahaya juga pada saat revitalisasi dipakai buat ibadah,” katanya.

Revitalisasi Masjid Agung Batam Center lanjutnya, sebenarnya program tahun lalu. Namun karena Pandemi Covid-19 menjadi tertunda dan baru bisa dilaksanakan tahun 2022 secara multiyears.

“Mudah-mudahan revitalisasi berjalan lancar dan masjid ini menjadi kebanggaan kita semua,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menuturkan, alasannya terkait dengan rencana revitalisasi masjid Agung Batam. Rudi mengaku di media sosial ada beberapa yang protes terkait hal ini.

Rudi menjelaskan, revitalisasi masjid Agung Batam Center bukan untuk kepentingan pribadinya. Namun untuk kepentingan bersama khususnya umat Islam. Pasalnya, kondisi saat ini memang sudah waktunya masjid Agung Batam Center untuk dilakukan revitalisasi dan perbaikan.

“Revitalisasi masjid ini bukan untuk saya bapak ibu, tapi untuk kita bersama,” pungkas Rudi.(hbb)