POSMETRO.CO Metro Kepri Natuna

Satu Tahun Masa Jabatan, Bupati Natuna Gelar Rapat Evaluasi Bersama Perangkat Daerah

NATUNA, POSMETRO.CO : Tepat satu tahun masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Natuna, Wan Siswandi dan Rodhial Huda menggelar rapat evaluasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diruang rapat kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Senin (23/5).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Natuna, Wan Siswandi dan Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda. Turut hadir, Sekda Natuna, Boy Wijanarko, para Asisten, Tenaga Ahli, Kabag Umum, Kabag Kesra, Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Natuna.

Ada beberapa hal yang disampaikan dalam rapat itu terutama yang terkait dengan pembangunan di Daerah Kabupaten Natuna dan perkembangan dalam 1 Tahun masa jabatan Wan Siswandi dan Rodhial Huda.

Dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ungkap Wan Siswandi, sudah bertemu dengan 16 menteri untuk mendorong pembangunan Kabupaten Natuna.

“Selain bertemu dengan Menteri pariwisata untuk mendorong pembangunan pariwisata beragam, juga telah bertemu dengan Menteri Sosial Ibu Risma, membahas terkait BPJS Kesehatan dan Bantuan sosial,” ungkap Wan Siswadi.

Kemudian kata Siswandi, juga ada berbagai langkah yang telah dilakukan dalam satu tahun masa jabatannya.

“Tidak hanya di bidang kelautan dan perikanan dan pertahanan namun Pemerintah Natuna, juga terus mengembangkan pembangunan di beberapa sektor lainnya,” kata Wan Siswandi.

Terkait dengan perencanaan pembukaan pabrik pengalengan dan tambang tambah Wan Siswandi juga telah melalui beberapa proses evaluasi.

“Proses perencanaan penetapan daerah berpotensi tambang harus kita sambut dengan pikiran terbuka. Karena ini merupakan sebagai langkah strategis untuk membangun Natuna ke arah yang lebih baik,” tambah Wan Siswandi.

Untuk itu ujar Wan Siswandi, pemahaman terkait tata ruang pembangunan perlu di pahami, karena proses penetapan daerah tambang melalui proses panjang dan sesuai dengan prosedur.

“Selain itu wewenang perizinan itu tidak ada di Kabupaten tapi di Pusat dan Provinsi. Pembangunan tambang juga menjadi prioritas pembangunan pusat yang di bunyikan sebagai daerah tambang wilayah tambang ramah lingkungan,” ujar Wan Siswadi.

Wan Siswandi juga menjelaskan bagaimana Disperindag dapat mendorong pelaku UMKM khususnya makan khas Natuna untuk dijual keluar seperti Kerupuk Atom dan Madu.

Wan Siswandi berharap agar Disperindag Natuna dapat mendukung Pelaku UMKM, dengan memfasilitasi produk UMKM untuk dipromosikan di luar Natuna.

“Kerupuk Atom ini terlihat kecil, tapi kita lihat berapa banyak orang yang hidup dari penjualan kerupuk tersebut. Jadi Disperindag kita harapkan ini menjadi prioritas bagaimana produk khas Natuna dapat di jual ke daerah luar untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” jelas Wan Siswadi.

Di akhir rapat Bupati Natuna Wan Siswadi menekankan bahwa jabatan yang diembanya sebagai Bupati dan Rodhial Huda sebagai Wakil Bupati merupakan jabatan yang tanggung jawabnya tidak hanya kepada manusia namun merupakan tanggung jawab kepada Allah.

Sehingga kata Wan Siswandi, apapun yang dilakukan dalam masa jabatan itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

“Yakinlah, bahwa Wan Siswandi dan Rodhial Huda akan menggunakan jabatannya untuk melakukan yang terbaik dalam pembangunan Natuna kedepannya yang lebih baik,” kata Wan Siswandi.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda dalam sambutannya menyampaikan dalam satu tahun masa jabatannya mengajak semua pihak untuk sama sama membangun Kabupaten Natuna.

“Pada saat ini ada beberapa investor yang ingin masuk untuk menginvestasi, namun kita sadari bahwa daya saing kita masih rendah. Ini menjadi fokus kami bagaimana membangun jembatan komunikasi ke para investor,” ujar Rodhial Huda.

Percepatan pendorongan pembukaan lapangan kerja sambung Rodhial Huda juga menjadi fokus untuk mengantisipasi pengurangan tenaga honorer tahun 2023.

“Kita berharap dengan adanya lapangan kerja baru dapat menampung tenaga honorer yang direncanakan akan dihapuskan oleh kementerian PANRB,” sambung Rodhial Huda.

Selanjutnya terang Rodhial Huda, terkait perikanan untuk wilayah terukur kita tetapkan 30 mil keatas. Sementara untuk 30 mil kebawah kita berikan sebagai wilayah tangkap untuk nelayan lokal.

“Hal yang perlu kita perhatikan dengan jumlah nelayan sedikit, kita mendorong nelayan untuk melakukan budidaya yang tampaknya lebih efektif dan memiliki nilai tambah,” jelas Rodhial Huda.

Diakhir rapat, Wan Siswandi dan Rodhial Huda berharap di masa jabatan yang tersisa 3,5 tahun lagi, akan menjadi tantangan bagi pemerintah kabupaten Natuna untuk melakukan percepatan pembangunan di berbagai sektor.

“Kita ingin Natuna ini lebih baik kedepan,” tegas Wan Siswandi dan Rodhial Huda. (maz)