POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Peluang Besar bright PLN Batam Dalam Proyek PLTS

Direktur Utama bright PLN Batam Nyoman S Astawa saat pertemuan virtual, Kamis (4/11).(hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Bright PLN Batam tengah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya mampu sekitar 1GWp. Setelah menerima izin prinsip dari Energy Market Authority (EMA) Singapura.

Direktur Utama bright PLN Batam, Nyoman S. Astawa mengatakan, saat ini pihaknya harus menyelesaikan tantangan untuk melakukan trial, dalam pembangunan PLTS dengan kapasitas 1 GWp. Pengembangan proyek ini, nantinya akan menjadi penyimpanan energi dan tenaga surya terintegrasi skala besar di wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK), Kepulauan Riau.

“Sebelum ini berjalan, ada tantangan yang harus kami selesaikan. Saat ini kami diberikan tantangan berupa trial,” jelasnya, melalui pertemuan virtual dengan media, Kamis (4/11).

Nyoman menjelaskan, bright PLN Batam siap berkomitmen untuk menyiapkan energi tersebut dengan kapasitas 1 GWp. Selain itu ketiga perusahaan antara lain, PT Trisurya Mitra Bersama (Suryagen) dan perusahaan pengembang energi baru terbarukan Singapura, Sembcorp Industries (Sembcorp), bright PLN Batam harus melengkapi syarat lelang yang diminta oleh EMA Singapura mengenai penyediaan listrik energi terbarukan.

“Mudah-mudahan hal-hal lain yang diberikan pada PLN Batam dalam mekanisme trial itu bisa kami penuhi. Termasuk syarat lelang,” harapnya.

Pengembangan proyek ini dilakukan dalam rangka memenuhi target bauran energi Singapura sebesar 30 persen di 2035. Untuk proyek ekspor yang akan berlangsung, ditargetkan pada tahun 2025 mendatang pihaknya minimal telah dapat melakukan ekspor sebesar 1 GWp, hal ini akan dilakukan bertahap hingga tahun 2030 sudah dapat melakukan ekspor hingga 3 GigaWatt peak (GWp).

“Berbicara peluang untuk memenangkan tender ini tentunya kami yakin bisa menang. Karena dari sisi site yang akan dihelat, lalu dari sisi rekanan kami sepertinya PLN Batam kemungkinan besar akan memenangkan ini,” bebernya.

Rasa optimis ini, diakui oleh pihaknya dengan menjalin mitra bersama Sembacorp Singapore. Selain memiliki infrastruktur listrik yang cukup di singapura, Sembcorp juga diketahui memiliki beberapa sub station, dan pihak yang mengekspor gas dari Sumatera dan Natuna.

“Sembcorp power saat ini masuk dalam lima besar world seller terbesar di Singapura. Dengan porfolio ini, kami meyakini akses untuk usaha di sana akan terbuka dan bagus,” ungkapnya.

Selain itu juga bright PLN Batam, juga sebagai salah satu legality company yang paling dekat dan berhadapan-hadapan dengan Singapura. Salah satu faktor lain, Singapura saat ini sangat kesulitan untuk memenuhi green energy dari Negara tetangga, lantaran keterbatasan sumber daya mereka, baik dari Sumber Daya Alam (SDA), maupun ketersediaan lahan

“Kami juga saat ini sedang melakukan aksi korporasi untuk melihat peluang-peluang yang terbuka untuk bagaimana kami dapat berkontribusi atau berpartisipasi dalam ekspor sektor energi,” paparnya.

Nyoman sendiri berharap, dengan road map yang saat ini akan dilalui bright PLN Batam, dapat mewujudkan mimpi berpartisipasi terkait transisi energi terlebih saat ini juga tengah dibahas tentang zero emission di Glasglow.

“Kami berharap semakin solid bagaimana ke depannya kami akan ikut berpartisipasi mengekspor energi bersih dari PLTS yang akan kami bangun di Batam dan sekitarannya,” tuturnya.

Pihaknya memastikan, kelistrikan di Batam akan aman dan tidak berdampak jika bright PLN Batam melakukan ekspor listrik ke Singapura.

“Tidak berdampak cuman ada gangguan-gangguan sedikit. Tapi itu ada masalah,” ungkap Nyoman. (hbb)