POSMETRO.CO Metro Sport

Menjadi ‘Kuda Hitam’, Jujitsu Kepri Rebut 2 Medali

Ryan, Oji dan Deva (kiri – kanan)

BATAM, POSMETRO.CO : Dua atlet jujitsu Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meraih medali. Hasil ini membuat Kepri memang layak untuk diperhitungkan. Sebab, prestasi ini diraih dalam ajang terbesar di Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Cabang olahraga jujitsu untuk kali pertamanya dilibatkan dalam ajang PON. Sesuai ketentuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), tahap pertama ini merupakan periode ekshibisi.

“Hasil pada ekshibisi ini merupakan gambaran kekuatan dan kesuksesan untuk PON Sumut-Aceh, pada 2024 nanti,” sebut Rudi Hartono, official Tim Jujitsu Kepri.

Rudi menyebut, ekshibisi jujitsu ini diikuti oleh 13 provinsi yang ada di Indonesia. Pertandingan digelar di MPCC Timika, Minggu (10/10).

“Kepri mengirim atlet-atlet terbaik,” sebutnya. Hanya saja, Kepri tidak mengisi delapan kelas yang dipertandingkan. “Hanya mengirim empat atlet,” imbuhnya.

Semua peserta ekshibisi mengirim semua atlet terbaik yang dimiliki. “Untuk tingkat Asian Games dan SEA Games, cabor jujitsu sebenarnya sudah dipertandingkan,” jelas Rudi.

Bahkan, pada SEA Games lalu, Timnas Jujitsu Indonesia memboyong empat medali. “Atlet-atlet Timnas Jujitsu ini, mereka juga turun pada ekshibisi jujitsu PON Papua,” jelas Rudi.

Mengetahui kekuatan lawan, sebut Rudi, tim Kepri tidak merasa ‘kerdil’. “Justru itu menjadi cambuk bagi kami untuk unjuk prestasi,” ujarnya.

Empat atlet Kepri yang akan diturunkan, dilatih oleh Sensei Rozi Juhendra. “Luar biasa. Sensei Oji (Rozi Juhendra) berhasil membakar semangat atlet untuk meraih medali,” kata Rudi.

Bagaikan ‘kuda hitam’, atlet-atlet Kepri berhasil memperlihatkan penampilan terbaiknya. Semisal, di kelas 56 Kg Newaza Putra. Ryan M Farizal berhasil menyabet medali perunggu. Atlet Kenacha Martial Arts Academy Batam ini mampu mengalahkan atlet dari Provinsi Jawa Timur dan Papua Barat dalam babak penyisihan.

Namun di laga perebutan tiket final, Ryan harus mengakui keunggulan atlet dari Provinsi Banten.

“Perunggu ini menjadi modal kami untuk makin percaya diri menghadapi event-event selanjutnya,” sebut Rudi.

Perunggu lainnya diraih oleh Deva Pratama Putra di nomor fighting system 62 Kg putra. Siswa kelas XII SMAN 4 Batam ini berhasil mengalahkan atlet dari DKI dan Sulawesi Tengah. Senasib dengan Ryan, harapannya masuk final jadi pupus lantaran terhenti saat menghadapi wakil dari Sumatera Utara.

“Medali ini Deva persembahkan untuk pelatih dan orang-orang yang sudah mendukung Deva. Maaf, belum bisa menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Dua atlet Kepri lainnya, M Danang Yoga dan Christianto Joni harus pulang dengan tangan kosong. Pun begitu, Danang yang bertanding di newaza 62 Kg putra, berhasil membuat tim kuat DKI tercengang.

Di laga pertamanya, Danang mampu mengalahkan atlet DKI. Di atas kertas, Danang memang tak diunggulkan. Maklum, secara pengalaman, umur dan tingkatan sabuk, Danang masih di bawah lawannya.

“Tapi di atas matras, lain cerita,” kata atlet muda yang masih berusia 16 tahun ini. Melaju ke babak selanjutnya, Danang harus menghadapi wakil dari Jawa Timur. Mantan atlet nasional Asian Games itu mengubur mimpi Danang untuk masuk ke semi final. “Lain waktu, saya janji akan tampil lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Chris yang turun di nomor newaza 69 Kg putra tak tertolong oleh bagan pertandingan. Di laga perdana, Chris harus menghadapi atlet dari Jawa Barat. Nurul Fikri yang memang dijagokan di kelas ini, membuat Chris harus mengubur ambisinya. Selepas melawan Chris, Fikri melenggang ‘cantik’ masuk final setelah menumbangkan dua lawan lainnya.(chi)