POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Bangun SPAM di Pulau Petong dan Kampung Baru

Suhar

BATAM, POSMETRO.CO: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batam tahun ini melakukan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di dua pulau di Kecamatan Galang, Kota Batam.

“Pembangunan SPAM jalan terus. Tahun ini, ada dua lokasi yang kita pasang di Pulau Petong, Kelurahan Pulau Abang sama Kampung Baru, Kelurahan Subang Mas di Galang,” kata Suhar, Kepala Dinas CKTR Kota Batam, Kamis (2/9).

Jelasnya, anggaran yang digunakan untuk membangun dua SPAM di dua pulau berasal dari anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total keseluruhan Rp13,3 miliar. Pembangunan SPAM merupakan rencana lanjutan dari program CKTR meskipun di tengah pandemi.

“Kalau yang di Pulau Petong, menggunakan APBD sebesar Rp7 miliar. Sedangkan, di Pulau Kampung Baru, memakai DAK bekisar Rp6,3 miliar,” sebut Suhar.

Sementara, untuk kapasitas SPAM tersebut, menurutnya berbeda-beda. Tergantung jumlah sambungan rumah tangga yang akan dialirkan dari fasilitas tersebut.

“Kita pasang tangkinnya sesuai kebutuhan masyarakat di sana. Karena, kebutuhan air di hiterland jadi perhatian Pemko Batam,” beber mantan Kabid PU (BM-SDA) Batam itu.

Suhar menuturkan selain membangun baru, pihaknya juga melakukan optimalisasi terhadap sarana yang sudah ada sebelumnya. Kegiatan yang akan dilakukan antara lain optimalisasi water treatment plant (WTP) di Pulau Terung dan Pulau Buluh, serta sea water reverse osmosis (SWRO) di Pulau Belakangpadang.

Bentuk optimalisasi yang akan dilaksanakan di WTP Pulang Buluh antara lain mengganti jenis tangki. Pergantian dilakukan karena tangki lama sudah berumur cukup tua sehingga perlu peremajaan dengan model dan bahan baru. Seperti di Pulau Terung selain mengganti tangki juga dibangun instalasi pengolahan air (IPA).

Adapun optimalisasi SWRO di Belakangpadang antara lain membangun tangki transfer untuk memperpendek jarak ke sejumlah sambungan rumah. Selain itu juga akan mengganti pompa induk.

“Saat ini pekerjaan yang kita lakukan mengoptimalkan sejumlah sarana yang sudah dibangun sebelumnya di pulau-pulau,” pungkas Suhar. (hbb)