POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Batam Berada Diposisi Paling Bawah

Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahcmad. (Foto-Hbb)

BATAM, POSMETRO CO:  Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad menyebutkan dari 45 Kota/Kabupaten di luar Jawa-Bali, Kota Batam berada diposisi paling bawah. Sehingga, diharapkan Batam bisa turun di PPKM level 3.

“Kita berbahagia karena dari 45 kota/kabupaten di luar Jawa-Bali itu, Kota Batam berada di posisi paling bawah. Sehingga sedikit saja lagi, kita akan turun jadi PPKM level 3,” ucap Amsakar.

Amsakar menyampaikan, bahwa capaian yang dilakukan Pemko Batam sejak diberlakukan aturan PPKM Mikro, PPKM Darurat, dan PPKM level 4, ini memperlihatkan bahwa PPKM yang dilakukan sudah berjalan sesuai prosedurnya.

“Jadi, inilah yang ingin kami sampaikan ke masyarakat bahwa capaian yang kita lakukan dari tanggal 12 Juli sampai 21 Juli, kemudian berlanjut sampai 2 Agustus. Dan hari ini mulai sampai tanggal 9 Agustus nanti itu memperlihatkan bahwa PPKM mulai dari darurat kemudian turun ke level empat menunjukkan bahwa upaya kita sudah berjalan pada relnya (Jalur),” katanya.

Alasan pertama, kata Amsakar, bahwa sebelum diberlakukan PPKM Darurat dan Level 4, kasus harian di Batam mencapai kisaran 300 hingga 500 orang per hari. Sekarang, hanya berkisar 100 sampai 200-an orang yang terpapar Covid-19.

“Semalam, 172 yang positif, 102 yang sembuh. Jadi masih pada level yang kurang lebih sama,” jelas mantan Kadisperindag Kota Batam itu.

Lalu kedua, Pemko Batam masih menyediakan Asrama Haji (AH) untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) sementara. Namun, pada kenyataan pasien yang dirawat di rumah sakit semakin berkurang dan Bed Occupancy Rate (BOR) juga tersedia.

“Karena itu saya mengatakan apa yang sudah pemerintah lakukan, kami meminta dukungan masyarakat. Karena sudah terbukti, angka-angka penurunannya itu membesarkan hati kita. Mudah-mudahan nanti semakin membaik,” harap Amsakar.

Sementara, seperti apa teknis pelaksanaan PPKM berlanjut atau tidak, pihaknya masih menunggu kepastian dari Menteri Koordinator Bidang Perkonomian RI Airlangga Hartarto dan akan diserahkan Ke Menteri Dalam Negeri, RI Tito Karnavian. Pihaknya, untuk saat ini masih menunggu keputusan tersebut.

“Kemarin, Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 17 tahun 2021 mungkin bakal terbit lagi instruksi nomor sekian. Yang mengatur lebih teknis dan operasional seperti apa. Bagaimana implementasi, dan bagaimana pelaksanaan PPKM Level 4 di bulan Agustus ini,” ucapnya. (hbb)