POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Rudi Minta Warga Hinterland Menahan Diri Datang ke Mainland

Walikota Batam, Muhammad Rudi. (Foto-habibi)

BATAM, POSMETRO.CO: Untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meminta kepada masyarakat yang saat ini tinggal di hinterland (Pulau Penyangga), untuk sementara waktu tidak datang ke mainland (Perkotaan).

“Saya berharap warga hiterland tidak ke Batam dulu. Ini bukan melarang, kalau tidak penting kali jangan dulu ke mainland. Kalau semua sudah selesai baru kita buka kembali,” ujar Rudi, Senin (26/7) kemarin.

Imbauan ini sebagai langkah menekan penyebaran Covid-19 tidak merambah ke pulau-pulau. Khususnya yang berada di Kecamatan Galang.
Dengan demikian, Rudi berharap daerah-daerah hinterland tetap berada pada zona hijau.

“Tapi saya berpesan agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Ini upaya kami dalam mengendalikan penyebaran karena angka kasus masih terus meningkat,” imbuh Rudi.

Rudi juga menjelaskan, pemerintah saat ini tengah membagikan bantuan beras 10 kg untuk penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Pagi hari ini saya bersama PT Pos Indonesia, Kepala Bulog, dalam rangka penyerahan bantuan BST dan PKH, ini kecamatan Hinterland ke dua, kemarin kita juga sudah menyerahkan di Belakangpadang,” jelasnya.

Pihaknya berharap bantuan yang diberikan pemerintah kepada ini dapat mengurangi beban masyarakat. Karena hampir semua sektor kegiatan usaha kena dampak dari penyebaran Covid-19.

“Intinya saya berpesan tetap jaga kesehatan,” jelas Kepala BP Batam.

Senada, Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina menuturkan, bahwa pemerintah tidak berhenti untuk mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga selalu protokol kesehatan. Sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Mungkin bapak dan ibu bosan mendengar atau diingatkan protokol kesehatan. Tapi itulah yang harus kita lakukan supaya Covid-19 tidak semakin meluas. Mudah-mudahan Covid-19 ini cepat berakhir,” kata Marlin.

Adapun total penerima PKH dan BST di Kecamatan Galang berjumlah sebanyak 1.930 kepala keluarga. Dengan rincian sebanyak 1.451 kepala keluarga program PKH dan 479 program BST. (hbb)