POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

MOLA Umumkan Karya Siaran Pertandingan Sepakbola

>>Platform OTT dan Public Viewing di Indonesia

 

Kegiatan sosialisasi Hak Siar dan Public Viewing Mola atas tayangan premium Sports Contents saat di Medan, 24 Mei 2021 lalu. (Ist)

BATAM, POSMETRO.CO: PT Global Media Visual (MOLA) melakukan Pengumuman Karya Siaran/Hak Siar dan Public Viewing Atas Tayangan Pertandingan Sepak Bola UEFA EURO 2020, Qualification Matches for UEFA EURO 2020, Qualification Matches for FIFA WORLD CUP 2022, dan UEFA Nations League 2018- 2019, 2020/2021, 6 Mei kemarin di Indonesia.

Bobby Christoffer, COO MIX mengatakan, hal ini bertujuan agar khalayak umum dan pelaku-pelaku usaha area publik atau komersial dan sejenisnya yang membuat orang berkumpul lebih dari satu orang. Seperti, lobi hotel/ lounge dan apartemen, cafe, kantin, restoran, cinema/ bioskop, ruang karaoke, mall, area publik lainnya.

“Hal ini juga berlaku di ruang pertemuan, lapangan terbuka, dan lain-lain. Dengan mengetahui tentang lisensi tunggal atas tayangan yang dimiliki oleh MOLA. Supaya tidak terjadi pelanggaran Hak Cipta yang dimiliki MOLA oleh pihak-pihak yang tidak memiliki kerjasama resmi dengan kami,” kata Bobby, melalui rilis, Kamis (27/5) sore.

Adapun untuk tayangan UEFA EURO Package 2018-2022 melalui platform Over The Top (OTT). Tayangan ini hanya dapat diakses pada laman situs www.mola.tv, aplikasi Android / IOS resmi MOLA serta platform pihak ketiga lainnya yang bekerjasama secara resmi dengan pihak MOLA.

Namun, kata Bobby tidak terbatas pada perusahaan telekomunikasi seluler, Internet Protocol Television (IPTV)), Internet Service Provider (ISP) dan lain-lain. Dalam platform internet dengan format Video on Demand (VoD) dalam bentuk aplikasi yang bisa di-download atau sudah terinstall (embedded) di dalam device pihak ketiga tersebut.

Pada pengumuman tersebut MOLA mensosialisasikan bahwa penayangan UEFA EURO Package 2018-2022 pada platform Over the Top (OTT) serta di area publik atau komersial dan sejenisnya. Hal ini sebagaimana telah disebutkan di atas, yang dilakukan tanpa izin dan kerjasama dengan MOLA selaku pemegang lisensi.

“Ini bisa jadi suatu bentuk pelanggaran hak cipta dan dapat dikenakan sanksi pidana, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Bobby.

Selain itu, MOLA juga akan secara aktif melakukan pemantauan, baik secara daring (online) dan luring (offline). Dengan melakukan penindakan langsung secara tegas di lapangan terhadap pelanggar-pelanggar hak cipta atas penayangan UEFA EURO Package 2018-2022.

“Kami menggandeng kuasa hukum dan pihak berwajib dalam melakukan hal tersebut seperti Operasi Tertangkap Tangan (OTT),” terang Bobby.

MOLA menghimbau kepada seluruh pelaku usaha area publik atau komersial dan sejenisnya maupun pihak-pihak lain yang hendak mengadakan kegiatan menyaksikan bersama (Public Viewing). Dengan menayangkan UEFA EURO Package 2018-2022 agar melakukan registrasi dan kerjasama dengan MOLA melalui partner resmi yang telah ditunjuk oleh MOLA, yakni PT Mitra Media Integrasi (MIX).

Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi para pelaku usaha area publik atau komersial dan sejenisnya dalam melakukan proses registrasi dan kerjasama untuk penayangan UEFA EURO Package 2018-2022. Bagi para pihak yang ingin menayangkan UEFA EURO Package 2018-2022 di area publik/komersial dan sejenisnya agar dapat menghubungi PT Mitra Media Integrasi (MIX) melalui email : [email protected] atau telepon 021-2212534/081282997043.

“Bagi Venue atau usaha komersil yang sudah registrasi dan hendak menyelenggarakan program ini (UEFA EURO 2020). Kami akan memastikan bahwa penyelenggaraan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di dalam program Mola Live dimana semua venue yang sudah teregistrasi bisa dilihat di website molalive.com,” ujarnya.

Ia berharap pihak-pihak terkait tidak mencoba untuk melakukan pelanggaran hak cipta atas tayangan UEFA EURO Package 2018-2022. Karena sanksi hukum dan penaltinya cukup berat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagaimana terdapat dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta, segala bentuk pemanfaatan, pendistribusian, dan pengumuman atas suatu ciptaan yang dilakukan tanpa hak atau tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta yang dilakukan dengan melanggar hak ekonomi pencipta dan untuk tujuan komersial adalah suatu bentuk pelanggaran hak cipta dan dapat dikenakan sanksi pidana paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp4 miliar. (*/hbb)