POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Vaksinasi Covid-19 Bentuk Perlindungan Bagi Insan Pers

Margaretha Melakukan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas di Batam, Maret Lalu. (Foto – Hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Upaya keras pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 salah satunya dengan vaksinasi. Hal itu disampaikan Margaretha (27), seorang wartawati media online di Batam, pekan lalu.

Menurutnya, pencanangan vaksinasi yang di gencarkan pemerintah adalah langkah tepat. Dengan tujuan menuju Indonesia sehat. Ia pun berbagi cerita saat pertama kali menerima vaksinasi Covid-19. Margaretha, masuk dalam tahap II, dengan kategori pelayan publik, sebagai garda terdepan untuk menyampaikan informasi situasi terkini Covid-19 di Kota Batam

“Saya mendapat vaksinasi dosis pertama pada, 3 Maret 2021 lalu. Pakai vaksin Sinovac saat itu,” ujarnya.

Sempat khawatir, tentu saja. Namun, Margaretha yakin vaksin yang disuntikkan sudah aman dan mengantongi izin dari BPOM. Sehingga, ia memberanikan diri mengikuti prosedur sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap II.

“Awalnya, ada keraguan. Tapi kita harus percaya sama pemerintah dalam menanggani Covid ini,” tegas perempuan yang tinggal di Batuaji ini.

Sesuai prosedurnya, ia harus menunggu selama 14 hari setelah suntikan pertama atau dosis pertama. Ia mengaku, kesempatan untuk mendapat vaksin menjadi sesuatu yang luar biasa. Karena membantu dirinya untuk terhindar dari Covid-19.
Sebagai insan pers yang bekerja di lapangan dan bertemu banyak narasumber, menjaga kesehatan menurutnya wajib. Apalagi di saat pandemi Covid-19.

“Karena saya bekerja di lapangan, mau tidak mau saya harus melindungi diri. Apalagi saya juga punya keluarga yang harus saya lindungi. Kita tidak mau saat pulang, kita bawa virus,” bebernya.

Namun dibalik vaksinasi yang dilaksanakan terselip cerita lucu. Usai menerima vaksinasi Covid-19 sejumlah wartawan, lapar berjamaah dan merasa kantuk.

“Jadi cerita pas udah kelar disuntik, gak lama kita lapar habis itu ngantuk. Padahal kita sudah sarapan dari rumah. Tapi, setelah itu biasa saja tidak ada yang gimana-gimana,” ucapnya berkelakar.

Untungnya hingga kini, katanya, ia belum terpapar Covid-19. Namun demikian, dengan vaksin saja untuk melawan virus Corona tidak cukup. Perlu upaya ekstra lainnya yakni protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Karena walaupun sudah divaksin. Ternyata tidak menjamin kita tidak terpapar Covid-19. Beberapa kasus Covid-19 di Batam, ada yang sudah divaksin tetapi juga terpapar. Jadi prokes wajib diterapkan,” tegasnya.

Anak pertama dari empat bersaudara ini mengimbau agar masyarakat tidak lengah prokes. Ia juga mengingatkan, supaya masyarakat jangan mudah percaya berita hoaks karena itu salah satu ancaman di tengah pandemi.

“Masyarakat harus bijak. Kita harus menyaring dan memastikan kebenaran berita tersebut. Dalam hal ini kami (media) berupaya membantu pemerintah untuk menyampaikan informasi tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan data grafik Vaksinasi Kota Batam, Minggu (16/5) petugas publik yang sudah divaksin mencapai 60.450. Dengan rincian, vaksinasi dosis pertama sebanyak 49.362 orang, sementara untuk dosis kedua ada 11.088 orang.

“Untuk dosis kedua masih berlanjut bagi petugas publik maupun lansia yang saat ini menjadi target,” kata Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Didi juga menambahkan, program vaksinasi yang mulai dilaksanakan pemerintah tentunya membawa harapan bagi masyarakat, dunia usaha dan lainnya. Didi Kusmarjadi kembali mengimbau masyarakat yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 untuk tetap menjaga prokes saat beraktivitas. Karena, efikasi atau persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi tidak 100 persen.

“Tetap terapkan prokes, meskipun sudah divaksin. Ingat efikasi vaksin Covid-19 tidak seratus persen,” pesan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam itu.

Kemungkinan, terpapar Covid-19 bisa saja terjadi jika antibodinya rendah meskipun yang bersangkutan sudah melalukan vaksinasi. Didi menjelaskan, dari efikasi Sinovac menunjukkan 60 persen. Angka ini telah memenuhi persyaratan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di atas 50 persen.

“Efficacy Sinovac kan hanya 60 persen. Artinya dari 10 yang di vaksin, ada kemungkinan 4 orang masih dapat terkena (Covid-19),” jelas Didi. (hbb)