POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Gudang KPLI Banjir, Lingkungan Terancam Tercemar Limbah B3

Gudang Kawasan Pengelolaan Limbah Industri yang terendam banjir.

BATAM, POSMETRO.CO :  Gudang Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI) yang berlokasi di kawasan Kabil terendam banjir sejak Jumat (16/4) malam.

Banjir yang terjadi hingga hari Sabtu (17/4) lalu, dikhawatirkan membuat lingkungan dan air di sekitar KPLI, yang menjadi tempat penimbunan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari berbagai industri di Batam terancam tercemar.

Kekhawatiran tersebut, dikarenakan luapan air akibat banjir sudah masuk ke salah satu gudang tempat penimbunan limbah B3 di KPLI Kabil.

Salah satu pelaku usaha yang juga penyewa (tenant) di dalam kawasan KPLI Kabil, Kurniawan membenarkan terjadinya banjir yang melanda kawasan tersebut.

Kurniawan mengaku banjir yang melanda kawasan tersebut mengalami kerugian. Selain kerugian, pelaku usaha juga menyesalkan terjadinya banjir di kawasan KPLI.

Sebab, pengusaha sudah menyampaikan kemungkinan terjadinya banjir tersebut ke BP Batam selaku pengelola KPLI Kabil sejak 6 bulan silam. Namun, pengelola KPLI tidak kunjung mengambil langkah antisipasi terjadinya banjir.

“Enam bulan lalu, kita sudah memberitahu pengelola KPLI tentang aktivitas penimbunan (cut & fill) yang dilakukan salah satu perusahaan yang berada di sebelah kawasan KPLI, yang bakal membuat KPLI banjir. Tapi tidak ada upaya hingga akhirnya terjadi banjir hari ini (kemarin, red),” ujar Kurniawan.

Mestinya kata Kurniawan, pihak pengelola KPLI Kabil bisa mengambil langkah antisipasi sejak jauh hari agar banjir yang terjadi hari ini tidak terjadi. Antisipasi tersebut yakni drainase dari kawasan KPLI ke laut harusnya dibuat permanen.

“Ibaratnya sedia payung sebelum hujan. Kalau sudah banjir begini, ya kami yang pusing,” ungkapnya.

Sementara, Manajer Pengelolaan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana mengungkapkan bahwa banjir yang melanda kawasan KPLI kemarin  merupakan yang pertama kali terjadi sejak KPLI berdiri.

“KPLI berdiri tahun 1997 silam. Sejak berdiri, ini pertama kali banjir terjadi di (KPLI),” ujar Iyus melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Sabtu (17/4) siang.

Iyus mengatakan, bahwa banjir yang melanda KPLI tersebut diakibatkan tertutupnya saluran (drainase) air alami dari kawasan KPLI ke laut.

Tentang penyebab tertutupnya saluran air tersebut, kata Iyus dikarenakan oleh penimbunan di lokasi samping PT Wiraraja yang berada di sebelah KPLI.

Iyus mengaku sudah mengambil solusi jangka pendek guna mengatasi persoalan banjir di kawasan KPLI. Pengelola KPLI, kata Iyus juga sudah menggelar rapat internal serta rapat dengan tenant kawasan KPLI tentang solusi yang bakal ditempuh oleh pengelola.

“Untuk solusi jangka pendek, kami meminta pembukaan sementara saluran yang tertutup oleh penimbunan di lokasi samping PT Wiraraja, serta membuka saluran baru di samping KPLI yang mengarah ke laut terdekat,” urainya.

Mengenai sumber pembiayaan pembukaan saluran baru yang menjadi solusi jangka pendek mengatasi persoalan banjir tersebut, Iyus menyebut pembiayaannya berasal dari para tenant yang beroperasi di dalam KPLI.

Pembiayaan dari tenant itu dikarenakan pemerintah dalam hal ini BP Batam selaku pengelola KPLI tidak bisa menganggarkan, atau membayar langsung pembukaan saluran secara mendadak seperti saat ini.

Tentang kekhawatiran terjadinya pencemaran limbah B3 kawasan akibat banjir yang melanda KPLI, Iyus mengakuinya. Kekhawatiran tersebut, kata Iyus dikarenakan air yang meluap akibat banjir sudah masuk ke salah satu gudang penyewa (tenant) yang berada di dalam kawasan KPLI.

“Air kan sudah masuk ke salah satu gudang KPLI sehingga khawatir tercemar,” ungkapnya.

Bagaimana dengan perizinan kegiatan penimbunan di lokasi samping PT Wiraraja, yang menjadi penyebab tertutupnya saluran air sehingga mengakibatkan kawasan KPLI banjir?

Iyus mengatakan bahwa tentang izin kegiatan penimbunan di lokasi tersebut, bisa ditanyakan langsung ke Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni.

“Kalau untuk penimbunan, sebaiknya menghubungi Pak Imam Bachroni atau Pak Wulung (Kepala Subdit Pembangunan Gedung dan Utilitas BP Batam, Wulung Dahana),” katanya.

Ketika perizinan penimbunan di lokasi samping PT Wiraraja yang mengakibatkan KPLI banjir ini dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp (WA) ke Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, Sabtu (17/4) tampak centang dua berwarna biru tanda pesan yang dikirim sudah dibaca oleh Imam Bachroni.

Namun, Imam tidak membalas pesan WA yang dikirim oleh Posmetro. Konfirmasi tentang perizinan penimbunan di lokasi samping PT Wiraraja ini dikonfirmasi via pesan singkat WA ke Kepala Subdit Pembangunan Gedung dan Utilitas BP Batam, Wulung Dahana, tampak pesan sudah masuk ditandai dengan centang dua. Namun, pesan WA yang dikirim Posmetro belum dibaca Wulung.(hda)