POSMETRO.CO Bisnis

Kuota Gas LPG di Kabupaten Karimun Dikurangi Pusat

KARIMUN, POSMETRO.CO : Selain adanya dugaan penyaluran gas LPG 3 kg yang tidak tepat sasaran, juga adanya pihak usaha yang bukan usaha mikro pengguna gas subsidi,  membuat langkanya gas melon di Karimun.

Ternyata kelangkaan juga akibat adanya pengurangan kuota untuk Kabupaten Karimun, yang disetujui pusat. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Perdaganan Koperasi UMKM dan ESDM Kabupaten Karimun, M Yosli.

Ia menyatakan kuota tahun 2021 yang diberikan pusat, terjadi pengurangan yang cukup jauh. Untuk itu pemerintah saat ini sudah mengirimkan surat ke kementerian ESDM, untuk memberikan tambahan kuota kembali sesuai dengan usulan yang diajukan pemerintah daerah.

“Data awal saat konversi minyak tanah ke gas LPG yang dilakukan konsultan yang ditunjuk kementerian saat itu, dimana tahun 2020 kuota yang diperoleh Kabupaten Karimun mencapai 4.923 metrik ton, kemudian realisasinya pada tahun itu sebanyak 4.959.36 metrik ton. Kemudian di tahun 2021 kita mengajukan kembali kuota dengan jumlah 5.763 metrik ton, namun ternyata pemerintah pusat hanya menyetujui sebanyak 3.196 metrik ton. Terjadi pengurangan sebanyak 2.567 metrik ton. Ini juga menjadi salah satu pemicu kelangkaan terjadi,” terangnya.

Untuk itu pihaknya telah kembali menyurati pemerintah pusat dalam hal ini kementerian ESDM, untuk menambah kuota tersebut.

Namun dikatakan Yosli kelangkaan gas LPG 3 kg ini hanya terjadi di Pulau Karimun besar. Sementara di Pulau Kundur dan pulau-pulau lainnya dikabarkan tidak mengalami permasalahan.

Data yang dihimpun POSMETRO dari 5 Agen yang ada di Kabupaten Karimun selaku distributor Gas LGP subsidi pemerintah tersebut yakni PT Petronas Jaya Abadi mendapat kuota sebanyak 50-58 LO perbulan, atau setara dengan 26 ribu tabung sampai 30 ribu lebih tabung. Semnetara untuk PT Cipta Nusa Indonesia mendapat kuota sebanyak 35 LO atau setara dengan 18.200 tabung, kemudian PT Lestari Cipta Prima yang juga satu perusahaan dengan PT Prima Jaya Sukses mendapatkan kuota sebanyak 86 LO atau setara dengan 44 lebih tabung dan terakhir PT Bindang Abadi mendapatkan kuota sebanyak 34 LO atau setara dengan 17 ribu lebih tabung gas. Dengan akumulasi 1 LO sama dengan 520 tabung.(ria)