POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Program BPNT Mulai di Salurkan ke Masyarakat Batam

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad saat penyaluran Program BPNT. (Foto-Hbb/posmetro)

BATAM, POSMETRO.CO: Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, mulai disalurkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Sabtu (16/1).

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengatakan, dalam penyaluran program dari Pemerintah Pusat itu, pihaknya memastikan 6T dapat terlaksana dengan baik. Adapun 6T tersebut, Tepat Sasaran, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Nilai, Tepat Kualitas, dan Tepat Administrasi.

Hari pertama, program sembako ini disalurkan bagi masyarakat Sagulung di agen Lancar Langeng sebanyak 300 dan agen Cunting Tanjunguncang, Batuaji 208 keluarga penerima manfaat (KPM).

“Ini yang harus kita pastikan. Setelah kita tinjau di dua lokasi penyaluran, Program Sembako ini sudah sesuai ketentuan dan rencana,” katanya.

Amsakar menyampaikan, untuk seluruh Kota Batam, jumlah penerima Program Sembako tersebut sebanyak 21.293 KPM. Ia berharap, jumlah tersebut terus berkurang sehingga tujuan dari program ini dapat mengatasi kemiskinan.

“Kalau jumlahnya berkurang, artinya program yang bertujuan mengatasi kemiskinan ini sudah berhasil,” ujar Amsakar, yang juga menjabat Ketua Pengentasan Kemiskinan Kota Batam tersebut.

Untuk nominal bantuan program tersebut, senilai Rp200 ribu. Di mana, uang tersebut harus ditukar dalam bentuk bahan pokok di 113 e-Warung yang tersebar di Kota Batam. Nantinya komoditas bahan pangan yang didapat seperti beras, kacang hijau, telur, hingga jeruk.

“Dalam penyaluran ini, kami harus turun melihat bagaimana mekanisme pelaksanaannya. Dan alhamdulillah, kriteria 6T sudah terpenuhi,” kata Amsakar.

Amsakar berharap di lokasi lain, penyaluran program tersebut juga lancar. Ia tak ingin masyarakat kesulitan dalam pencairan bantuan tersebut. Ia menegaskan, petugas di lapangan diminta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jangan nanti masyarakat sudah jauh-jauh datang, ketika tiba di e-Warung, kartunya tak bisa digesek,” pungkas mantan Kepala Disperindag Kota Batam itu. (hbb/*)