POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Imbauan Hotel: Jangan Datang Jika Anda Sedang Sakit

Meja pengecekan kondisi kesehatan tamu sebelum masuk hotel. Foto: chi

BATAM, POSMETRO.CO: Akhir pekan, hotel menjadi pilihan untuk bersantai bagi beberapa warga Batam. Ratusan hotel di Batam diyakini sudah aman dari ancaman Covid-19, lantaran sudah mengantongi sertifikat sebagai tanda kalau hotel tersebut telah menetapkan protokol kesehatan.

Apa saja? Hotel telah mewajibkan semua karyawan dan tamu memakai masker. Hasil pantauan POSMETRO.CO di salah satu hotel di kawasan Bengkong, protokol kesehatan sudah dimulai dari pintu masuk. Suhu tubuh tamu dicek dengan thermogun.

Pengunjung juga harus membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Di samping petugas jaga juga tertulis larangan untuk datang jika tamu mengalami gangguan kesehatan.

“Do not visit if you are sick,” begitu kalimat yang tertulis di pintu masuk hotel. Jangan berkunjung jika anda sedang sakit. Kalimat ini, setidaknya bisa memberi rasa nyaman bagi setiap tamu yang datang. Bahwa tamu yang datang tidak pembawa virus.

Jumlah kursi di lobi hotel juga dibatasi. Di depan meja resepsionis terlihat garis batas antrean yang dibatasi hanya untuk tiga orang. Meja resepsionis disekat dengan kaca.

“Selama pandemi, fasilitas fitnes kami tutup,” kata resepsionis.

Hal ini untuk mencegah penularan virus corona dari alat fitnes yang dipakai secara bersama. Namun pelayanan lain, yang sifatnya pribadi di dalam kamar tetap tersedia. Untuk jatah sarapan, pihak hotel mengantarkan langsung ke kamar tamu.

Widya, seorang pengunjung domestik mengaku aman saat menghabiskan malam akhir pekan di hotel. Ia mengajak suami dan anak-anaknya untuk menikmati libur panjang akhir pekan dengan menginap di kamar hotel.

“Karena sudah menerapkan protokol kesehatan, kami merasa nyaman,” kata dia, Sabtu (31/10).

Di Batam, hotel memang sektor penting sebagai pendapatan asli daerah. Sejak pandemi Covid-19, pemasukan daerah dari sektor hotel merosot drastis. Titik terdalam, per semester pertama, terjadi di bulan Mei.

“Hanya Rp 400 juta,” kata Raja Azmansyah, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam.

Selama Pandemi Covid-19 ini, banyak hotel di Batam yang berhenti beroperasi. Bahkan ada yang tutup total. Persoalannya makin mencuat ke permukaan lantaran karyawan menuntut hak karena dirumahkan. Bahkan ada yang di-PHK. Sepinya tamu, membuat beberapa pihak manajemen hotel mengurangi karyawan.

Pemko Batam bersiasat. Hotel kembali digeliatkan. Tentu saja, operasional hotel harus menerapkan protokol kesehatan. Hal ini ditegaskan dengan Perwako Batam tentang penerapan protokol kesehatan demi mencegah menyebarnya kasus Covid-19. Hotel yang dinyatakan aman untuk dikunjungi diberi sertifikat sebagai tanda hotel memenuhi syarat penerapan protokol kesehatan.

“Targetnya kunjungan wisata domestik,” kata Ardiwinata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, beberapa waktu lalu.

Ardi menegaskan, sertifikat itu diberikan karena hotel telah dengan baik menerapkan prokes, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan tersedianya hand sanitizer. Penilaian dilakukan secara menyeluruh seperti KTV dan restoran.

“Ini akan memberikan kepercayaan diri bagi pihak hotel dan masyarakat untuk kembali beraktivitas di hotel,” kata dia.(chi)