POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Waduk Tembesi Beroperasi, Suplai Air Lancar

Peresmian pompa air baku di waduk Tembesi. (jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Waduk Mukakuning yang berada di wilayah Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam terlihat surut. Diperkirakan debit air berkurang sekitar 3 meter. Tentu hal ini berpengaruh terhadap suplai air akibat dari musim kemarau di bulan sebelumnya.

Untuk menambah suplai air di waduk Mukakuning, Badan Pengusahaan (BP) Batam memanfaatkan waduk Tembesi, Sagulung. Tentunya waduk Tembesi telah melalui tahapan panjang hingga benar-benar bisa dimanfaat untuk kebutuhan warga Batam.

Rencana BP Batam untuk menampah suplai air di Waduk Mukakuning berjalan mulus. Hal itu setelah dibangunnya pompa air baku di Waduk Tembesi ke Muka Kuning yang diresmikan pada Selasa (27/10).

Pompa air baku tersebut dapat memenuhi kebutuhan air baku dari Waduk Tembesi ke Muka Kuning dengan jarak 3,6 kilometer. Pompa air baku ini juga memiliki daya alir dengan kapasitas 600 liter per detik, namun kemampuannya bisa mencapai 720 liter per detik.

“Dipastikan kebutuhan air baku dua waduk ini bisa bertahan hingga lima tahun mendatang,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam, Purwiyanto.

Pengoperasin pompa air baku ini pun direspon baik oleh masyarakat. Setelah dua hari diresmikan, air di beberapa perumahan kawasan Batuaji dan Sagulung mengalir lancar.

“Dua hari belakangan air mengalir lancar, kita pun tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan air,” ucap Enjel, warga Marina.

Menurut Enjel, sebelumnya air di kawasan Marina hanya mengalir saat malam hari saja. Untuk mendapatkan suplai air, maka warga harus menunggu lama.

“Adalah perubahan. Harusnya pengoperasian waduk Tembesi lebih cepatnya dilakukan,” tutupnya.

Senada disamapaikan Sofia. Warga Perumahan Laguna Kecamatan Sagulung, Tembesi ini mengatakan, aliran air di tempatnya sudah ada perubahan sejak dioperasikannya waduk Tembesi.

“Sebelumnya di tempat kami air mati pukul 06.30 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Sedangkan pukul 17.00 WIB air akan mati dan kembali hidup pukul 19.10 WIB,” terangnya.

Tapi kini, lanjut Sofia, air mengalir agak lama. Dan biasanya dalam sehari hanya mati air 2 jam saja.

“Biasanya air di kawasan ini mati 5 jam, tapi kini hanya mati 2 jam saja,” jelasnya.

Dengan dioperasilannya waduk Tembesi ini, Sofia berharap agar air mengalir selama 24 jam. Sehingga aktifitas warga tidak terganggu lagi seperti mencuci pakaian dan aktifitas lainnya.

“Semakin lancar air mengalir, warga semakin senang,” tutupnya.(jho)