Batam

Kasus Covid-19 Bertambah 7 Orang, 1 di Antaranya Meninggal Dunia

Wali Kota Batam HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Kasus positif Covid-19 kian bertambah sejak beberapa minggu ini, Selasa (11/8), ada 7 orang yang terpapar. Satu di antaranya meninggal dunia. Berikut penjelasan Wali Kota Batam HM Rudi melalui rilis.

Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil tracing di Kota Batam.

Perempuan (40), IRT ini beralamat di perumahan Putra Jaya Kelurahan Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji merupakan kasus baru Covid-19 nomor 362. Yang bersangkutan post partum atau pendarahaan pasca persalinan pada, 6 Agustus datang berobat ke RS Graha Hermine Batam.

Dengan keluhan Batuk dan pilek sejak tiga hari sebelumnya disertai kejang pada saat baru tiba di rumah sakit. Sesuai dengan keluhan dan kondisinya tersebut dokter kemudian melakukan pemeriksaan secara intensif dengan melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya non reaktif. Dan dilanjutkan Rontgen Thorax dengan kesan Pneumonia.

Namun kesadaran yang bersangkutan terlihat semakin menurun. Untuk penanganan lebih lanjut, yang bersangkutan ditempatkan di ruang perawatan ICU isolasi, dan guna memperkuat penegakkan diagnosa lebih lanjut. Kemudian dilakukan pengambilan swab tenggorokan yang
hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini terkonfirmasi positif.

Perlu diketahui bahwa selama dalam perawatan intensif diruang ICU isolasi rumah sakit tersebut kondisi yang bersangkutan terus semakin memburuk, pada tanggal 9 Agustus meninggal dunia.

Lalu kemudian kasus selanjutnya Laki-laki (37) wiraswasta tinggal di perumahan RICCI Tahap I Kelurahan Tanjung Riau Kecamatan Sekupang. Ia merupakan kasus baru Covid-19 nomor 363. Di mana pada tanggal 05 Agustus datang memeriksakan diri ke Puskesmas Sekupang guna melakukan pemeriksaan RDT secara mandiri untuk memenuhi persyaratan perjalanan keluar daerah, hasilnya reaktif.

Sesuai dengan hasil pemeriksaannya tersebut yang bersangkutan diedukasi untuk melaksanakan isolasi secara mandiri di rumahnya. Kemudian pada tanggal 6 Agustus bertempat di RSUD Embung Fatimah Batam dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan pertama dan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya untuk pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya diterima dan diketahui positif.

Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil. Yang bersangkutan telah dievakuasi untuk ditempatkan di ruang perawatan karantina pada rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Lalu kasus nomor 364 mahasiswa. Laki-laki (19) tinggal di perumahan Kurnia Djaya Alam Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota. Yang bersangkutan pada tanggal 5 Agustus 2020 datang memeriksakan diri ke Puskesmas Botania, sesuai rujukan dari RS Bunda Halimah sehubungan dengan hasil pemeriksaan RDT yang diperolehnya IgG,IgM Reaktif yang disertai dengan keluhan sedikit demam dan batuk.

Mencermati hasil pemeriksaannya tersebut oleh Tim Medis Puskesmas Botania kembali melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya kembali diperoleh kesimpulan IgG,IgM Reaktif dan selanjutnya yang
bersangkutan diedukasi untuk melaksanakan isolasi secara mandiri di rumahnya.

Sehubungan hasil pemeriksaan RDT tersebut maka pada tanggal 6 Agustus bertempat di RSUD Embung Fatimah dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan pertama dan dilanjutkan kembali keesokan harinya bertempat di RS Awal Bros Batam dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya diterima dan diketahui positif. Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil. Pria ini dikarantina di RSKI Covid-19 Galang.

Berikutnya kasus nomor 365 adalah ASN-Nakes, perempuan berusia 29 tahun. Beralamat di perumahan Bukit Jodoh, Sei Panas, Kelurahan Sei Panas Kecamatan Batam Kota. Yang bersangkutan diketahui pada
tanggal 3 Agustus baru tiba dari Jakarta dan pada keesokan harinya tanggal 4 Agustus melakukan pemeriksaan RDT di Puskesmas Sei Panas dengan hasil yang diperoleh reaktif.

Sesuai dengan hasil tersebut, yang bersangkutan melaksanakan isolasi secara mandiri di rumahnya, dan kemudian, 6 Agustus bertempat di RSUD Embung Fatimah Batam dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima positif. Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil. Dan telah dievakuasi untuk diisolasi di RSUD Embung Fatimah.

Kasus nomor 366 merupakan ASN Pemko Batam, laki-laki (27). Beralamat di perumahan KPR Sekawan Batam Centre, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Yang bersangkutan bertugas di bagian Protokol Pemerintah Kota Batam.

Sehubungan adanya kegiatan screening kesehatan rutin yang dilakukan secara berkala bagi seluruh petugas yang bertugas di lingkungan bagian Protokol tersebut. Maka yang bersangkutan pada tanggal 30 Juli datang memeriksakan diri ke Puskesmas Baloi Permai untuk melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya diperoleh pada saat itu dengan kesimpulan IgG,IgM Reaktif.

Selanjutnya diedukasi untuk melaksanakan isolasi secara mandiri di rumahnya. Mengingat pemeriksaan RDT dengan hasil reaktif tersebut. Untuk memperkuat konfirmasi lanjutan atas hasil screening kepada yang bersangkutan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang dilakukan pada, 6 Agustus bertempat di RSUD Embung Fatimah Batam yang hasilnya diterima dan diketahui positif. Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil. Dan di isolasi RSKI Covid-19 Galang.

Berikutnya, IRT berusia (27) tinggal di kawasan perumahan Bukit Tiban Selaras, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang. Perempuan ini merupakan kasus baru Covid-19 nomor 367. Yang bersangkutan merupakan ibu kandung dari terkonfirmasi positif nomor 312 (Bayi 1 bulan) yang sudah dinyatakan sembuh.

Sehubungan penyelidikan Epidemiologi (PE) Contact Tracing terhadap kontak erat dari terkonfirmasi anaknya tersebut maka kepada yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan RDT dengan hasil IgG,IgmNon Reaktif.

Namun, mengingat yang bersangkutan selama ini diketahui terus mendampingi anaknya pada saat dalam perawatan di ruang isolasi, pada 6 Agustus bertempat di RS St. Elisabeth Lubuk Baja Batam dilakukanlah pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui positif.

Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan pada ruang perawatan karantina pada RS St. Elisabeth Lubuk Baja dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan relatif stabil serta sedikit merasakan adanya keluhan demam, batuk pilek dan sesak nafas disertai nyeri bagian perut bawah bekas operasi SC yang sudah dalam pantauan dan penangan tim medis rumah sakit.

Lalu berikutnya, kasus nomor 368, laki-laki usia 36 tahun, swasta. Dan beralamat di kawasan perumahan Puri Malaka Kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang. Di mana yang bersangkutan pada, 7 Agustus datang berobat ke UGD RS St. Elisabeth Lubuk Baja. Dengan keluhan demam, batuk dan pilek disertai hidung tersumbat sejak tiga hari yang lalu.

Sesuai dengan keluhannya tersebut dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dengan melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya diperoleh IgG,IgMNon Reaktif. Dan dilanjutkan dengan pemeriksaan Rontgen Thorax yang hasilnya menyimpulkan Pneumonia Ringan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut dokter merekomendasikan yang bersangkutan cukup menjalani rawat jalan dan diedukasi agar melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya.

Namun selanjutnya dilakukan tindakan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini terkonfirmasi positif. Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil. Dan ditempatkan di RSKI Covid-19 Galang.

Sementara kasus pasien positif Covid-19 yang sembuh menunjukkan hasil yang baik. Ada 5 orang warga Batam yang sembuh kasus nomor 285, 291, 299, 300, dan 302. Rudi juga mengingatkan agar pasien yang sembuh tetap menjalankan karantina mandiri di rumah selama dua pekan.(hbb)