Terlilit Utang Koperasi, Pria Ini Gantung Diri

    spot_img

    Baca juga

    Pendaftaran Fuel Card 5.0 Sudah Mulai Dibuka, Ini syaratnya

    BATAM, POSMETRO.CO : Pendaftaran Fuel Card 5.0 sebagai kartu...

    Rudi Tekan PT Adhi Karya Terkait Pengerjaan Masjid Agung Harus Selesai Tepat Waktu

    BATAM, POSMETRO.CO : Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mendorong...

    Halal Bihalal Keluarga Besar Legiun Veteran RI Kota Batam

    BATAM, POSMETRO.CO : Berlangsung di Hotel Golden View Bengkong,...

    Bolehkah Menikung di Area Blindspot? Ini Penjelasannya!

    BATAM, POSMETRO: Saat berkendara, kita sering dihadapkan dengan situasi...

    Warga dan Pihak Sekolah Yayasan Yos Sudarso Ambil Kesepakatan Lewat Mediasi

    BATAM, POSMETRO.CO :  Cek cok sempat terjadi. Warga Kampung...
    spot_img

    Share

    Jenazah Musliadi saat dievakuasi petugas. (Posmetro.co/ist)

    PINANG, POSMETRO.CO: Warga Kampung Sidomukti geger. Pria yang diketahui bernama Musliadi ditemukan tergantung di dapur rumahnya, setelah mengetahui ada salah seorang warga yang gantung diri, Kamis (7/5) malam.

    Belakangan diketahui penyebab Musliadi nekat gantung diri, karena banyak utang koperasi atau koperasi keliling. Keterangan ini, disampaikan keluarga korban kepada polisi.

    Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra, kepada awak media, Jumat (8/5) menjelaskan, Jumat 8 Mei sekitar pukul 02.00 WIB, unit identifikasi Reskrim Tanjungpinang mendapat laporan ada warga Kampung Sidomukti gantung diri.

    Lalu, tim reskrim mendatangi tempat kejadian perkara, atau kediaman korban di Kampung Sidomukti Jalan Cemara Gang Abimayu Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

    Orang pertama yang menemukan adalah adik korban, Jendra Sudirman (25). Korban diketahui sudah menggantung diri di dapur.

    Dalam kesehariannya, Musliadi atau yang lebih dikenal dengan nama Peko (35) diketahui belum berkeluarga dan pengangguran. Tetapi, korban memiliki banyak hutang koperasi.

    Sepertinya korban tidak kuat menanggung beban, sehingga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

    Dari cerita Jendra, pada Kamis (7/5) sekitar pukul 21.00 WIB, ia keluar rumah. Sebelum keluar ia masih melihat Musliadi masih berada di rumah sedang duduk-duduk. Kemudian sekira pukul 00.30 WIB, Jumat, 08 Mei 2020, ia pulang dari jualan.

    Ketika masuk ke dalam rumah ia hendak ke kamar mandi sembari menghidupkan lampu dapur. Ia pun kaget saat melihat abangnya sudah dalam keadaan tergantung di dapur.

    Tanpa berpikir panjang, Jendra menghubungi saudaranya, Andri. Lalu bersama Andri, badan korban diturunkan. Selanjutnya Jendra mengecek nadi serta nafasnya kakaknya, yang ternyata telah meninggal dunia. Selanjutnya pihak keluarga menghubungi pihak kepolisian.

    “Menurut keterangan saudaranya, korban mengakhiri hidupnya dikarenakan korban banyak utang koperasi. Tidak mempunyai riwayat sakit,” kata petugas mengutip dari keterangan Jendra.

    Dari TKP, Polsek Tanjungpinang Timur mengamankan 1 bilah pisau yang digunakan saksi untuk memotong tali. Seutas tali nilon yang digunakan korban untuk gantung diri, sepasang sandal milik korban.(aiq)