Politik

Silaturahmi Sahabat untuk Membuat Kepri Hebat

Silaturahmi Ketua DPD PKS Kepri di kediaman Soerya Respationo, Selasa (3/4) malam. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Ketua DPD PDIP Kepri, HM Soerya Respationo mengatakan, silaturahmi politik yang dijalaninya adalah untuk memperkuat persahabatan. Dengan persahabatan yang jujur, muncul ide-ide membuat daerah ini semakin hebat. Apapun yang dibincangkan dengan sahabat, semuanya untuk masyarakat.

“Kami selalu siap bekerja sama dengan sahabat terbaik. Apalagi demi mewujudkan kemajuan daerah ini. Saya selalu ingin pastikan bahwa kami bisa dijadikan sahabat terpercaya untuk memajukan bangsa,” kata Soerya di Perumahan Dutamas, Batam, Rabu (4/3).

Soerya ditanya tentang hasil pertemuannya dengan Ketua DPD PKS Kepri di kediamannya, Selasa (3/4) malam. Foto-foto pertemuan itu beredar cepat di beberapa laman media.

Kata Soerya, itu pertemuan sahabat lama. Karena selama ini dia dan PKS memang sahabat yang berkomitmen membangun bangsa.

“Itu pertemuan sahabat yang saling percaya,” kata Soerya.

Dalam kontestasi Pilkada 2015, PKS menjadi salah satu partai pendukung Soerya. Ketika ditanya tentang kemungkinan tahun ini, Soerya hanya menebar senyum.

Soerya sendiri sudah memenuhi kuota untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2020. Dengan kursi dari PDIP dan PKB, dukungan untuk Soerya sudah melebihi batas minimal.

Dengan PKS saat ini, kata Soerya, diskusi persahabatan masih terjalin. Termasuk memperkuat silaturahmi.

Saat Rakorwil PKS Kepri akhir tahun lalu, Soerya yang tampil dengan kostum merah mendapat sorotan Ketua DPP PKS Sahibul Imam. Saat itu, Sahibul berkali-kali menyebut nama Soerya. Termasuk saat membicarakan soal penjagaan keseimbangan demokrasi antara partainya dengan PDIP.

“Pakaiannya membuat tak akan susah orang mencari Pak Soeryo,” kata Sahibul Iman saat itu.

Saat itu, Soerya menyebutkan dirinya dengan PKS Kepri cukup intens berkomunikasi. Kata Soerya, dia meminjam istilah Presiden PKS, semuanya dalam upaya menyelaraskan suasana kebathinan.

“Untuk membentuk kepemimpinan yang kuat dan menyejahterakan rakyat, suasana kebathinan antara calon dan partai pengusung memang harus selaras,” kata Soerya.(*/red)