Lingga

71 Hari Menuju Ramadan, UAS Ajak Jamaah Ikut Putusan Menag

Ustad Abdul Somad saat bertausiah di panggung utama Kantor Bupati Lingga, Rabu (12/2). (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Jajaran Pemkab Lingga mengundang Ustad Abdul Somad (UAS) ke Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu, untuk memberikan tausiyah. Jamaah ramai-ramai mendatangi di dua lokasi tausiyah yakni Dabo dan Daik.

Usai bertausiah di Lapangan Merdeka Dabo, Rabu (12/2) sore. Pada, malam harinya usia salat Isya, UAS kembali memberi santapan rohani di Daik di halaman Kantor Bupati Lingga di Jalan Istana Robat. Masyarakat turut meramaikan kegiatan ini.

Ceramah agama yang bertemakan 71 Hari Menuju Ramadan, dihadiri Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar beserta istri Maratusholeha Muhamad Nizar, Sekda Lingga Juramadi Esram, Pimpinan DPRD Lingga dan anggota, Asisten, OPD, MUI dan LAM Kebupaten Lingga duduk bersama di panggung utama.

Sekda Pemkab Lingga, Juramadi Esram diminta Wakil Bupati Lingga untuk menyampaikan pidatonya mengatakan, membeludaknya masyarakat terutama para jamaah baik di Dabo maupun di Daik mendengar tausiah, menunjukkan kecintaan masyarakat Lingga dengan ulama, seperti Ustad Abdul Somad.

“Kedatangan almukarram ini memang dinanti-nanti, sehingga lapangan dipenuhi para jamaah yang ingin mendengarkan secara langsung tausiah yang disampaikan tuan guru,” kata Juramadi Esram.

Kata Sekda, kabar didapatkan, di lapangan Merdeka Dabo, puluhan ribu jamaah hadir, di Daik Lingga belasan ribu jemaah, sebab sudah jauh-jauh hari masyarakat Kabupaten Lingga menunggu kedatangan tuan guru.

“Kalau almarhum KH Zainuddin MZ, dikenal dengan julukan Kyai sejuta umat, tapi kalau UAS, dikenal dengan Kyai Haji sejuta umat. Semoga apa disampaikan tuan guru melalui tausiah dan doa bersama di penghujung acara, bagi kita semua mendapat rahmat, dan keberkahan buat negeri,” ucapnya.

Dia juga berpesan, jadikanlah Alquran sebagai pedoman untuk beribadah dan pedoman dalam kehidupan, Insya Allah hidup kita sebagai umat manusia penuh dengan manfaat.

“Semoga apa yang disampaikan almukorram kita menambah ilmu bagi kita dengan tema 71 Hari Menuju Ramadan,” imbuhnya.

Ketika memberi tausiah, UAS menyampaikan, 71 Hari Menuju Ramadan, apa yang harus dipersiapkan, sehingga apa yang dibuat mendapat keberkahan dari Allah SWT.

“Jangan berpuasa Ramadan sebelum bulan Ramadan, dan jangan tidak puasa setelah masuk bulan Ramadan. Puasa sunat sebelum Ramadan, Senin Kamis dan puasa sunat lainnya, itu baik,” kata UAS di hadapan ribuan jamaah.

Berpuasa Bulan Ramadan di bulan Syakban bermasalah kata dia, sebagai umat muslim, pertama harus diikuti keputusan pemerintah pusat, sebab para ulama-ulama berkumpul untuk menentukan 1 Ramadan melalui teropong anak bulan atau hilal.

“Tunggu keputusan komisi fatwa yang menggabungkan semua ulama dalam menentukan 1 Ramadan melalui sidang isbat. Setelah melalui proses secara berjenjang, baru diumumkan kalau satu Ramadan sudah masuk dan diwajibkanlah bagi kita berpuasa pada esok harinya,” pesan dia.

Pesannya lagi, taatlah pada Allah SWT, taati Rasul, ikuti para Kyai atau ulama yang ahli ilmu falak yang tahu tentang ilmu astronomi dibantu lagi dengan peralatan (teropong) di setiap penjuru, lengkap dengan saksi yang akan bersumpah kalau hilal sudah kelihatan.

“Insya Allah kita ikut para ulama, karena secara keilmuan didukung dengan kecanggihan alat ditentukan lagi dengan sidang isbat dan saksi. Jadi jangan kita menyusahkan diri menentukan 1 Ramadan, ikuti keputusan pemerintah melalui ulama,” ajak dia.

Jadi tidak ada alasan tidak mengikuti ulama, sambung UAS, dan tidak alasan mendahulukan puasa dan membelakangi puasa, kuncinya tetap keputusan pusat melalui sidang isbat Menteri Agama (Menag).

“Jangan kita terpengaruh, kuncinya tetap ikuti ulama. Tidak ada alasan mendahulukan puasa Ramadan, sebab tidak diperbolehkan agama puasa Ramadan sebelum masuk Bulan Ramadan,” imbuhnya.

Banyak lagi permasalahan Ramadan disampaikan oleh Kyai Haji sejuta umat ini lagi, yang berkaitan dengan Bulan Suci Ramadan bulan yang penuh keberkahan dan ampunan.

Tanya jawab berkaitan dengan hukum agama yang dijawab secara jelas oleh UAS, hingga di penghujung acara dengan doa bersama yang dipimpinnya.

Setelah salat subuh berjamaah, UAS membuka kajian dengan dihadiri banyak jamaah memenuhi Masjid Jami Sultan Lingga, pagi harinya UAS berangkat ke Batam.(mrs)