Lingga

Tekan Angka Kasus Anak di Lingga Melalui Bimbingan Agama

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lingga Hj Nurmadiah memberikan kata sambutan. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Sebanyak 13 kecamatan se-Kabupaten Lingga ikuti kegiatan lomba bacaan Tartil Quran tingkat ibu-ibu yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Dharmawanita Persatuan dan PKK di 13 kecamatan.

Kegiatan yang dimotori oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lingga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lingga di Lapangan Hangtuah Daik Lingga, Senin (11/11) malam.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lingga Hj Nurmadiah mengatakan, kegiatan dibuat GOW dan Dinsos, melibatkan ibu-ibu BKMT, Dharmawanita dan PKK seluruh kecamatan mengikuti Tilawatil Quran yang masing-masing mengutuskan 3 peserta dari 3 organisasi tersebut.

Kata Hj Nurmadiah lagi, kegiatan yang mereka buat bersama GOW merupakan kegiatan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Alhamdulillah banyak masukan dari GOW terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Maka dalam acara ini, sangat berkaitan sekali antara ibu dan anak, pada intinya memperkuat iman dengan membaca dan mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nurmadiah.

Dia mengaku, terhitung Januari hingga Oktober 2019, Lingga selalu terjadi permasalahan anak, bahkan nomor 2 setelah Tanjung Balai Karimun dengan 42 kasus.

Melalui kegiatan lomba membaca Al Quran tertil dapat memantapkan langkah Dinsos, dalam menyatukan organisasi wanita yang ada di tingkat desa, kelurahan dan kecamatan untuk bersama-sama menekan angka kasus anak mulai kecamatan sampai tingkat desa.

“Kami selalu ke lapangan, memang harus ada organisasi di setiap kecamatan sampai ke desa, mereka dapat membantu pembinaan generasi melalui bidang keagamaan dan penyuluhan anak,” kata Nurmadiah.

Acara yang melibat BKMT, Dharmawanita dan PKK di tingkat kecamatan, ibu-ibu dalam organisasi di harapkan dapat memberi bimbingan terhadap anak dengan mengedepankan agama dan mengamalkannya dalam kehidupan.

“Menjalani isi kandungan Al Quran akan menjadi benteng ibu-ibu dalam mendidik anak, disamping mempererat ukhuwah islamiyah antar organisasi perempuan kecamatan, desa dan kabupaten,” harap dia.

Mengutip kata Kak Seto Mulyadi, sambung Nurmadiah, tanggung jawab permasalahan anak tidak saja tanggung jawab pemerintah, sampai ke kecamatan, tapi butuh orang sekampung dalam pendampingan. Pembinaan dalam menumbuh semangat anak, ibu-ibu dapat mengasah bakat anak bidang keagamaan dengan mengedepankan tuntunan agama dan mengamalkan isi kandungan Al Quran.

“Meminimalisir kasus anak, kami sudah membentuk P2TP2A di 13 kecamatan di Kabupaten Lingga. Sekarang permasalahan anak baik pelecehan maupun pencurian sering terjadi di Kecamatan Singkep, Singkep Barat dan Senayang. Adanya program yang kami buat, mudah-mudahan tahun 2020 ada penurunan,” harap dia.

Kegiatan di buka Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, dihadiri Ketua PKK, BKMT, Dharmawanita dan Ketua GOW Kabupaten Lingga hingga ke kecamatan, camat, SKPD serta undangan mengisi bangku yang telah tersedia.

Pembukaan acara juga di awali dengan tarian pertanahan dari TK Pembina Daik Lingga dan lantunan ayat suci Al Quran oleh Maratusholeha Nizar.(mrs)