Batam

Di Hinterland Gas Melon Dijual Rp 25 Ribu, Itupun Cepat Habis

Distribusi gas melon melalui Pelabuhan rakyat, Sagulung menggunakan perahu ke wilayah hinterland. (Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Muhammad, warga Pulau Temoyong, Kota Batam mengatakan, di sejumlah pulau di pinggiran Pulau Batam, juga mengalami kelangkaan gas melon.

“Bukan hanya kami saja yang sulit cari gas, tapi warga pulau lain seperti Pulau Tanjung Planduk, Pulau Pecung, Pulau Jeri, Pulau Jalo, Pulau Selat Nenek dan beberapa pulau lainnya masih sulit cari gas,” tegasnya.

Muhammad menjelaskan, di Pulau Temoyong memang ada yang jual gas, tapi tidak seperti pangkalan. Harganya pun jauh dari harga normalnya, yakni Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per tabungnya.

“Itu pun cepat habis. Begitu datang, warga sudah ngantri,” ucapnya lagi.

Ke depannya, Muhammad berharap agar pemerintah memberikan kemudahan bagi warga Pulau, khusunya untuk mendapatkan gas.

“Seperti di Pulau Buluh, di sana ada dua pangkalan. Sekali datang, totalnya ada 200 tabung gas. Datangnya dua kali seminggu, itu pun cepat habis,” tutupnya.

Yanto, pemilik pangkalan Gas di Kampung Bintang, Batuaji mengaku masih sulit mencari gas. Sebab stok gas yang masuk ke pangkalannya sangat  berkurang.

“Dulunya, sekali datang mencapai 60 tabung. Tapi sekarang datangnya udah 50 unit, seminggu 3 kali datang,” tuturnya.

Yanto melanjutkan, gas yang ada di pangkalannya hanya dijual kepada warganya saja. Jika ada warga luar yang datang, maka gas itu tak bakalan dijual.

“Warga saya aja udah ngantri, apalagi kalau warga luar datang. Tak mungkin dikasih itu,” tutupnya.(jho)