POSMETRO.CO Metro Kepri Batam

Kabupaten Lebak Sambangi Pemko Batam Gali Info Tentang Pajak

Swafoto rombongan Bupati Kabupaten Lebak, Iti Octavia Jayabaya bersama Wali Kota Batam, HM Rudi di Lantai V Kantor Wali Kota, Batamcentre, Kamis (17/10) siang. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Ingin menggali informasi tentang pengelolaan pajak di Kota Batam, Kabupaten Lebak berkunjung ke Pemerintah Kota Batam, di Lantai V Kantor Wali kota, Batamcentre, Kamis (17/10) siang.

Rombongan yang dipimpin Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya disambut langsung Wali Kota Batam, HM Rudi.

“Dari Rp2,8 triliun APBD Kabupaten Lebak, pendapatan asli daerah (PAD) kami sebesar Rp340 miliar. Kami ingin optimalkan pendapatan yang ada di Lebak. Kami disarankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk belajar ke sini (Batam),” kata Iti.

Ia mengatakan pihaknya juga tengah mengembang pariwisata di daerahnya. Sebagai langkah untuk meningkatkan PAD Lebak. Diakuinya kondisi geografis wilayah yang dipimpinnya berbeda dengan Batam yang berdekatan dengan Negara Singapura dan Malaysia.

Iti menyebutkan, bahwa Kabupaten Lebak terdiri dari 28 kecamatan, 340 desa dan 5 kelurahan. Namun, ada beberpa kendala yang memang diakuinya belum terealisasi dengan baik. Dimana banyak antar desa yang berbatasan disambung dengan jembatan gantung sebagai akses jalan penghubung.

“Kendala kami pada teritorial yang hanya berbatasan antar desa dan kampung yang disambungkan dengan jembatan gantung. Tapi ini tidak menyurutkan niat kami untuk mengoptimalkan pendapatan,” paparnya.

Di Kabupaten Lebak kata Iti juga memiliki salah satu objek wisata yang menjadi unggulan yakni Baduy. Iti juga mengundang Wali Kota Batam untuk datang ke Kabupaten Lebak dan berkunjung ke Baduy yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara itu.

“Saya tunggu bapak di Lebak, nanti saya ajak bapak berkunjung ke Baduy,” ajak perempuan yang pernah menjadi anggota DPRD itu.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Batam, HM Rudi menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Bupati Lebak beserta rombongan yang telah berkunjung ke Kota  Batam. Untuk APBD Kota Batam ditahun 2019, Rudi mengatakan jumlahnya Rp 2,8 triliun. Ia menjelaskan bahwa PAD Kota Batam Rp 1,2 triliun bersumber dari pajak dan retribusi daerah.

“Kita tidak ada hasil bumi, maka pajak dan retribusi menjadi harapan kami,” kata Walikota yang juga menjabat ex officio Kepala Badan Pengelolaan (BP) Batam.

Rudi juga menjelaskan bahwa, ia kini juga menjabat sebagai Kepala BP Batam sesuai PP Nomor 62 Tahun 2019. Ia mengatakan akan memadukan pembangunan di Kota Batam sehingga ke depan Batam menjadi lebih baik.

Sejak tahun 2016 menjadi kepala daerah, Batam dibangun sebagai kota pariwisata. Tiga tahun berjalan, pertumbuhan ekonomi Batam yang pernah turun kini sudah tumbuh diangka 5 persen.

“Saya membangun jalan, kalau infrastruktur sudah bagus tentu orang akan berbodong datang ke kota ini. Untuk tahun ini target kunjungan Wisman ke Kota Batam 2,4 juta orang,” pungkasnya. (hbb)