POSMETRO.CO Metro Sport

2 Atlet Tako Asal Kepri Juara Piala Panglima TNI

Atlet Tako asal Kepri juara Piala Panglima TNI, Rolin Manurung (jaket merah/celana putih-kiri) dan Dikson Mulia Perdede (jaket merah/celana cokelat-kanan). (posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Dua atlet Karatedo Tako Indonesia asal Kepri berhasil membawa pulang medali perak dan medali perunggu. Penghargaan tersebut diraih dalam Piala Panglima TNI ke VIII 2019 yang berlangsung 13-16 September di Gor Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur.

Atlet yang berprestasi itu adalah, Rolin Manurung (20). Mahasiswa Politeknik Batam ini meraih medali perak (peringkat dua) di kelas pertandingan komite -84 kg U 21 putra. Sedangkan atlet satunya lagi bernama Dikson Mulia Perdede (14). Ia meraih medali perunggu (juara 3) di kelas komite -63 kg cadet putra.

“Kami merasa bangga atas prestasi yang sudah diraih anak didik kami, apalagi kedua atlet itu sudah membawa nama Kepri ke tingkat nasional Piala Panglima TNI ke VIII 2019,” ucap Larisman Sinambela, pelatih Tako di Dojo Bengkong Swadaya.

Larisman Sinambela mengatakan, bukan hal mudah bagi kedua atlet ini untuk meraih juara. Bahkan yang mereka hadapi adalah atlet dan pengurus besar perguruan terbaik dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

“Yang dihadapinya adalah atlet pilihan dan yang sudah memiliki keahlian di bidang bela diri,” terangnya.

Sebelum mengikuti kejuaraan di tingkat nasional itu, lanjut Larisman Sinambela, mental, fisik serta teknik bela diri kedua atlet pilihan itu sudah benar-benar dipersiapkan.

“Dengan persiapan yang matang, kami optimis bahwa kedua atlet Tako yang kami kirim akan meraih juara dalam Piala Panglima,” tuturnya.

Meski belum bisa meraih medali emas (juara 1), namun Larisman Sinambela berterimakasih kepada kedua atlet didikannya. Sebab mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan di ajang bergengsi tersebut.

“Walapun sudah meraih medali perak dan perunggu, namun jangan langsung merasa puas. Untuk kedepannya, mereka akan mengikuti Popnas, Pomnas serta pra-pon. Saya harap supaya atlet ini dapat meraih medali emas,” paparnya lagi.

Tak lupa, Larisman Sinambela mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum Tako Kepri, Jumaga Nadeak. Berkat dukungannya, kedua atlet asal Batam dan Tanjung Pinang ini bisa meraih kejuaraan.

“Sejak usia dini, Rolin Manurung dan Dikson Mulia Pardede sama-sama latihan di Dojo Bengkong Swadaya. Tapi sekarang, Dikson Mulia Pardede sudah sekolah di Tanjung Pinang. Sedangkan Rolin Manurung masih tetap di Bengkong,” tegasnya.

Kedepannya, Larisman Sinambela berharap agar pemerintah memberikan perhatiannya kepada atlet-atlet yang ada di Kepri. Hal ini supaya atlet tersebut lebih maju dan bisa mempersembahkan medali emas, perak dan perunggu di kejuaran nasional selanjutnya.

“Harapan kami seperti itu. Atlet berprestasi seperti ini harus diperhatikan, sehingga bisa mempersembahkan yang terbaik bagi Kepri,” ulasnya.

Terakhirnya, Larisman Sinambela menyebut, Tako Indonesia tetap menerima murid baru untuk di didik. Di Kota Batam sendiri, Dojo Tako sudah ada di beberapa lokasi seperti di Bengkong, Tiban, Batuaji, Piayu, Trans Berelang dan sekolah Nadia CK.

“Bagi yang minat, silahkan gabung. Kami juga mencari bibit muda yang memiliki bakat di bidang karate,” tutupnya.

Rolin Manurung, atlet asal Bengkong yang membawa nama Kepri ke tingkat nasional mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan motivasi yang baik.

“Terimakasih kepada yang Maha Kuasa, orang tua saya, Politeknik Batam serta senior saya di Tako,” ucapnya.

Mahasiswa yang masih duduk di semester 5 ini mengatakan, saat pertandingan ia sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun usahanya itu hanya berhasil meraih medali perak.

“Meski demikian, saya belum puas. Target saya harus bisa meraih medali emas dalam pertandingan selanjutnya,” katanya.

Rolin Manurung mengaku, kemenangan yang ia raih itu berkat motivasi dari seseorang, “Ketika kamu mencintai karate, berarti setengah waktu hidupmu sudah untuk karate. inilah waktu mu. Tidak ada yang tak mungkin, sampai titik darah penghabisan kamu harus berjuang dan jangan lupa berdoa”.

“Motivasi inilah yang tertanam dalam diri saya hingga bisa jadi juara,” tutup pria yang sudah banyak mengukir prestasi di karate.(jho)