Metro Kepri

Marlin Konsisten Perjuangkan Perempuan hingga ke Debat Cagub Kepri 2020

ISU kesetaraan gender masih belum mendapat perhatian di Pilkada Kepulauan Riau kali ini. Untunglah calon Gubernur Kepri nomor urut 3, Hj Marlin Agustina yang tak jemu menyuarakannya.

Bahkan masalah ini juga disampaikan Marlin saat mendampingi calon Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dalam sesi tanya jawab dengan pasangan calon lain dalam Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Jumat (20/11/2020) pukul 19.00 WIB.

Dalam siaran langsung yang dipancarkan TVRI itu, Marlin menjelaskan kepada pasangan calon lain tentang tak berimbangnya indeks pembangunan gender dan indeks pemberdayaan gender di Kepri.

Untuk itu perlu strategi khusus menanganinya melalui empat hal.

“Jangan lupa, perempuan itu punya empat masalah yang harus kita perhatikan,” ingatnya. Inilah yang disebut sebagai gender gap (kesenjangan gender) yang akan Marlin entaskan jika nanti terpilih menjadi wakil gubernur mendampingi Ansar Ahmad.

Dalam wawancara beberapa waktu lalu, Marlin menjelaskan empat gender gap tersebut. Yang pertama ialah, pemberdayaan ekonomi (economy empowerment).

“Alhamdulillah, masalah ini sudah saya temukan solusinya. Masyarakat yang memanfaatkan program saya kebanyakan para perempuan, khususnya ibu rumah tangga untuk membantu, bahkan menjadi ujung tombak perekonomian keluarganya. Hasilnya kini ada 270 IKM (industri kecil menengah) yang saya bina,” jelasnya.

Kemudian gender gap yang kedua ialah, pendidikan. Artinya, terkadang kesempatan bagi perempuan untuk mengenyam pendidikan, tidak seluas laki-laki.

“Nanti kita akan bantu agar perempuan di Kepri bisa menikmati pendidikan yang sama luasnya dengan laki-laki. Apalagi populasi perempuan di Kepri ada 49%,” jelasnya.

Meski demikian, Marlin sudah sering juga terjun melakukan edukasi agar kaum perempuan melek teknologi.

“Jangan hanyamampu membaca status medsos, juga mampu menganalisa berdasarkan fakta. Hati boleh dipakai, tapi tetap harus rasional,” terangnya.

Gender gap ketiga, adalah kesehatan. Soal ini Marlin sampaikan, tak melulu soal fasilitas kesehatan. Faktor lain karena kaum perempuan sendiri banyak yang malas periksa kesehatan.

“Kadang diminta periksa pap smear gratis aja susah. Ini nantinya harus diperbaiki lagi sistemnya,” ujar Marlin.

Gender gap yang terakhir dalam bidang politik. Hal ini bisa tampak dari kurangnya kaum wanita menjadi tokoh politik di Kepri ini.

“Saatnya kita gerakkan kesadaran kaum wanita untuk terlibat dalam politik. Karena saat ini semua ditentukan oleh politik. Jika kaum kaum perempuan malas mengisi, maka siapa yang bisa menyuarakan masalah kaum perempuan?” tanyanya. ***