Advertorial

Penanggulangan Pencemaran Air Limbah Membutuhkan Dukungan dan Partisipasi Masyarakat

BADAN Pengusahaan (BP) Batam bersama investor Korea Selatan, Hansol, membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pembangunan IPAL pada tahap pertama dilakukan di kawasan Batam Centre, diperkirakan selesai pada Desember 2020 ini.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, dengan pertumbuhan penduduk di Kota Batam yang terus meningkat, membuat pemerintah kesulitan untuk mengolah limbah rumah tangga atau domestik.

Lanjut Iyus, pun penanggulangan pencemaran air limbah membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.

“Dengan dibangunnya IPAL, pemerintah akan lebih mudah mengolah limbah yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari masyarakat Kota Batam,” ujar Iyus, belum lama ini.

Katanya, limbah domestik akan diolah di WWTP yang berada di Bengkong Sadai dan hasil olahannya dapat kembali digunakan untuk air baku.

Dengan IPAL, kata Iyus akan memisahkan limbah baik biologis maupun kimiawi dari air. Dengan begitu air limbah domestik dapat kembali digunakan untuk aktivitas lainnya.

“Tujuan dibangunnya IPAL ini untuk menjaga waduk dari limbah domestik dan kualitas perairan pantai,” jelas Iyus.

Dengan adanya IPAL, lanjutnya, akan meningkatkan estetika lingkungan. Dengan begitu investor akan lebih tertarik menanamkan modalnya di Kota Batam.

Tentunya sektor pariwisata juga akan lebih baik karena lingkungan, drainase dan perairan atau pantai menjadi lebih bersih.

“Tidak hanya itu IPAL dapat menghasilkan pupuk siap pakai dan dapat digunakan utnuk menghijaukan Kota Batam,” tutupnya. (cnk/adv)