Batam

Nuryanto: Selama Masa Transisi, Pelayanan Air Diharapkan Tak Terganggu

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto. Foto: dok

BATAM, POSMETRO.CO: Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto meminta permasalahan transisi pengelolaan air bersih tidak mempengaruhi pelayanan air kepada pelanggan. Bahkan, pihaknya menegaskan tidak akan terima jika polemik tersebut sampai merugikan masyarakat di Batam.

“Kita sangat berharap BP Batam yang memiliki kewenangan bisa menyelesaikan permasalahan ini. Mengingat, dengan polemik seperti ini yang jadi korban pastinya masyarakat. Untuk itu, kami tidak terima sampai warga Batam menjadi korban,” tegas Nuryanto, Jumat (11/9).

Pria yang akrab disapa Cak Nur ini menegaskan bahwa DPRD sebagai representatif masyarakat Kota Batam dan unsur pemerintahan daerah, tentu sudah antisipasi agar kebijakan apapun yang menyangkut publik. Bukan itu saja hal ini menyangkut kebutuhan dasar air masyarakat Batam tidak boleh main-main. Menurutnya, antara BP Batam dan PT ATB bisa segera menyelesaikan masalah ini dengan baik.

“Kita ingin jangan sampai mengambil kebijakan yang kira-kira yang belum terukur dan teruji kebijakannya, sehingga nanti akan mengorbankan masyarakat. Makanya diselesaikan dengan cara yang elegan dan baik,” harap Cak Nur.

Semua permasalah kata politisi PDI-Perjuangan bisa diselesaikan secara tuntas. Dalam posisinya, DPRD sebagai mitra pemerintah akan memfasilitasi jika diperlukan. Meskipun, ada penunjukan langsung ini dilakukan oleh BP Batam sebelum masa konsesi pengelolaan air dengan ATB berakhir. Ia menilai harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas pelayanan air bersih.

“Kalau transisi tak mulus dapat membuat layanan air bersih di kota Batam terganggu. Kita tidak ingin seperti itu,” ucap Nuryanto lagi.

Seperti diketahui, Batam adalah kota dengan sumber air yang terbatas. ATB mampu memenuhi kebutuhan air bersih karena memiliki sistem untuk mengelola air dengan sangat efisien. Sehingga penduduk Batam dapat menikmati air bersih di tengah keterbatasan.

“Kalau di Bengkong sudah jauh lebih baik sekarang. Jangan sampai malah jadi lebih buruk lagi. Jangan warga yang jadi korban jika transisi air dikelola oleh perusahaan yang tidak tepat,” tegas Melinda, pemilik rumah makan itu.

Hal senada juga ditutur Andi, warga Sekupang. Sebaikanya kedua instansi bisa bersikap profesional dalam mengelola air bersih. Sehingga layanan air bersih yang ada di Batam tidak sampai terganggu.

“Kalau bisa diselesaikan baik-baik saja, kami sebagai warga di Batam tidak akan peduli siapa yang mengelola air bersih di Batam selama kapasitas dan kualitas air tidak sampai terganggu,” pungkas pria berkaca mata tersebut.(hbb)