Advertorial

Fakta Waduk Tembesi dan Potensinya untuk Menambah Pasokan Air Kedepan

Waduk Tembesi (foto istimewa)

BATAM, POSMETRO.CO : Direktur BU Fasling BP Batam, Binsar Tambunan, mengatakan,
Batam nantinya bakal punya cadangan sumber air 600 liter /detik untuk membantu sistem ke-airan yang ada.

Adalah Waduk Tembesi, yang saat ini sudah punya kontrak untuk pemompaan air bersih dari Tembesi untuk Mukakuning, Duriangkang yang mungkin akan selesai 2-3 bulan lagi.

“Kita telah melakukan survei dan pengukuran jarak antara Waduk Tembesi dengan Waduk Mukakuning yang akan disambungkan dengan pipa penghubung, yaitu sekitar 4 kilometer,” kata Binsar, Jumat (28/8).

Menurutnya, proyek pemasangan jaringan pipa bernilai sekitar Rp 45,7 miliar dengan ruang lingkup pekerjaan ini temasuk pengadaan dan pemasangan pipa, pompa, genset, ponton dan accessories.

Lanjut dia, mengingat kebutuhan ketersediaan air yang sangat mendesak, pelaksanaan pemasangan jaringan pipa parallel dengan pekerjaan lainnya, dengan 4 tim, yaitu 1 tim pekerjaan di hulu, 1 tim di hilir, 1 tim pekerjaan intake/ponton dan 1 tim pekerjaan mekanikal elektrikal.

“Proyek penyambungan pipa ini diperkirakan akan memakan waktu pengerjaan selama 4 bulan, namun diharapkan dapat selesai sebelum 4 bulan dengan kontraktor pelaksana pekerjaan PT Indobangun Megatama selaku pemenang lelang,” tambahnya.

Binsar menyebut, ke depan ini merupakan bagian sistem ketersediaan air baku SPAM Barelang yang akan dikembangkan dalam konsep Batam Integrated Total Water Management (BITWM).

“Berikutnya sedang kita siapkan rencana pembangunan Instalasi pengolahan air dengan Kapasitas 350 liter per detik yang direncanakan dapat beroperasi tahun depan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan air untuk 3 hingga 4 tahun ke depan,” terangnya.

Memang, Badan Pengusahaan (BP) Batam memprediksi, masuk di tahun 2022 ketersediaan air baku di sejumlah waduk di Batam tidak mencukupi kebutuhan. Saat ini selisih ketersediaan air waduk dengan yang dipakai ATB sekitar 300-400 liter/detik. Apalagi saat musim kemarau atau curah hujan kurang, akan cepat turunnya. (cnk/adv)