Lingga

“Siapapun Terpilih jadi Pemimpin, Perangi Kemiskinan di Kabupaten Lingga”

Datok Sri H. Muhammad Ishak. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kabupaten Lingga, Datok Sri Ir H Muhammad Ishak MM berharap, siapapun yang diamanahkan menjdi pemimpin di Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu (BTM) kedepan, harus bekerja keras menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Lingga.

Perlu diketahui kata mantan Kepala Bappeda Kabupaten Lingga ini lagi, pada tahun 2019 lalu, angka kemiskinan Lingga masih terdata dengan jumlah 11.560 jiwa, hal itu harus menjadi perhatian utama dan serius dari pemerintah daerah.

“Perlu di ketahui itu faktor-faktor apa saja yang menyebabkan angka kemiskinan di Kabupaten Lingga dan bahkan tertinggi di Provinsi Kepri,” ungkap Datok Sri, pada awak media, Sabtu (8/8).

Katanya lagi, letak geografis Kabupaten Lingga dan banyaknya masyarakat yang mendiami di wilayah pesisir dan pulau-pulau yang tersebar di 604 pulau, bukanlah merupakan alasan yang membuat masyarakat Lingga masih banyak yang susah.

“Mereka mendiami di pesisir pulau tidak bisa di jadikan alasan, justru itu harus menjadi kekuatan sekaligus menjadi peluang untuk memanfaatkan potensi, guna melanjutkan pembangunan ekonomi di Kabupaten Lingga,” sebut pria yang sudah mendapat SK pensiunan dini sebagai PNS.

Menurutnya, komitmen konsistensi, keseriusan dan pembangunan yang berkelanjutan dengan melibatkan para pihak dalam ikhtiar mengentaskan kemiskinan, barangkali merupakan hal yang harus di miliki oleh para pemimpin kedepan untuk daerah ini.

“Perlu belalar dari pengalaman daerah-daerah lain dalam mempercepat mengentaskan kemiskinan. Juga dapat dijadikan refetensi, walaupun terkadang masing-masing daerah punya permalasahan yang berbeda,” jelas Datok Sri yang mengakhiri karir terakhirnya di Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga.

Pengalaman itukan guru yang paling baik, ucapnya sambil menasehati, jadi tidak juga salah kalau ingin belajar dengan daerah-daerah lain yang telah berhasil menekan angka kemiskinan di daerahnya masing-masing.

“Tidak menutup kemungkinan, perlu di wujudkan kembali beberapa program-program yang pernah di lakukan seperti program rumah layak huni, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan program-program yang tidak populis lainnya, akan tetapi sangat berdampak positif bagi masyarakat kita,” imbuhnya.(mrs)