Batam

Satu Member Terpapar Corona, Givo Studio Tutup Sementara

Givo Studio yang berada di Komplek Ruko Sukajadi, Batam Kota tutup sementara sejak 30 Juli. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Peningkatan kasus warga terpapar Covid-19 cukup signifikan. Dalam beberapa hari terakhir total ada puluhan orang yang terjangkit Covid-19, yang berasal dari klaster baru dan ditambah Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Untuk antisipasi penyebarannya sejumlah tempat mengambil langkah untuk menutup sementara usahanya. Seperti Givo Studio yang berada di kawasan Komplek Ruko Sukajadi, Batam Kota. Setelah ada ditemukan satu orang member yang positif Corona.

“Sebagai antisipasi, kami langsung tutup ditanggal 30 Juli kemarin,” ujar manager Givo Studio, Rina di Batam Centre, Selasa (4/8).

Ia menuturkan, selain menutup studio kesehatan tersebut pihaknya segera melakukan pemeriksaan rapid dignostic test (RDT). Sebutnya ada 23 orang yang menjalani rapid test dan hasilnya diketahui non reaktif.

“Untuk memastikan semua sehat dan tidak menular. Kami langsung inisiatif melakukan rapid test, begitu dapat informasi seorang member kami yang positif Covid-19,” terangnya.

Rina menjelaskan, kronologi seorang member yang terpapar Covid-19 merupakan seorang istri anggota Polri berinisil EB. Berdasarkan penuturan dari EB diketahui bahwa ia menjenguk adiknya yang sakit pada tanggal 21-22 Juli.

“Awalnya menjenguk di rumah adik saya tanggal 21 Juli lalu, terus besoknya tangga 22 Juli masuk rumah sakit,” ujar EB, saat dihubungi melalui sambungan seluler.

Kemudian, pada 25-26 Juli, EB mengikuti pelatihan di Givo Studio. Setelah itu, ia mendapat informasi bahwa, adiknya diambil sampel swab pada tanggal 25 Juli karena kondisinya saat itu demam naik turun.

Selanjutnya, pada tanggal 28 Juli diperoleh hasil swab adiknya, dan terkonfirmasi positif Covid-19. Maka dari itu, EB beserta suaminya menjalani pemeriksaan swab tenggorokan karena ada kontak. Ia bercerita ada 12 orang yang menjalanin tes.

“Karena ada kontak, kami satu keluarga melakukan pemeriksaan swab di Rumah Sakit Bhayangkara. Ada 12 orang yang menjalani tes, hasilnya kami ketahui tanggal 29 Juli. Hasilnya 10 orang positif dan 2 orang negatif,” ucapnya.

Ia pun menegaskan, pada saat melakukan pelatihan di Givo Studio, belum mengetahui bahwa dirinya terpapar Covid-19, begitupun juga adiknya juga belum diketahui positif corona. Setelah mengetahui dirinya terkena maka langsung menyampaikan hal tersebut ke pemilik studio.

“Jadi memang belum tahu, makanya tetap ikut latihan. Setelah, terkonfirmasi saya langsung sampaikan ke Givo Studio. Sehingga mengambilan tindakan antisipasi, rapid dan tutup,” pungkasnya.(hbb)