Batam

IPAL untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan di Kota Batam

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bengkong Sadai. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah struktur yang dirancang untuk memisahkan limbah, baik biologis maupun kimiawi dari air. Sehingga airdapat diolah dan digunakan lagi untuk aktivitas lainnya.

“Tujuan utama IPAL dibangun untuk menjaga waduk atau dam yang ada di kota industri tersebut dari limbah domestik,” kata Manajer Pengelolaan Lingkungan BU Fasling Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, Minggu (2/8).

Lanjutnya, kualitas air baku dapat terjaga dengan baik, serta akan meningkatkan estetika lingkungan. Tidak hanya itu, dengan adanya IPAL, airhasil olahan dapat dikembalikan ke waduk.

“Karena air limbah yang sudah diolah akan memiliki baku mutu lingkungan yang baik dan bisa digunakan kembali, khususnya untuk mendukung industri,” tambahnya.

Berikut manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Batam dari pembangunan IPAL:

1. Meningkatkan kesehatan masyarakat karena drainase bersih.
2. Tidak ada septik tank lagi.
3. Menghilangkan hewan-hewan di got atau parit yang selama ini masuk melalui pipa. Seperti tikus dan kecoa.
4. Meningkatkan estetika lingkungan, sehingga akan nengundang investasi dan pariwisata, lingkungan bersih, drainase bersih, perairan atau pantai juga bersih.
5. Menghasilkan pupuk yang siap pakai untuk menghijaukan Kota Batam baik di hutan kota, taman kota dan taman-taman di perumahan
6. Air hasil olahan bisa dikembalikan ke waduk karena memiliki baku mutu lingkungan yang baik atau bisa dipakai oleh industri.
7. Membantu pemerintah dalam menghadapi krisis air, karena olahan IPAL cukup besar yaitu mencapai 230 liter/detik
8. Dapat menurunkan biayao perasional pengolahan air bersih, sehingga tidak membebani masyarakat dalam tarif air bersih.
9. Menjaga kualitas air baku dari pencemaran limbah domestik.
10. IPAL juga dapat mencegah menjamurnya eceng gondok di waduk.

Dengan ruang lingkup pembangunan, IPAL di Batam memiliki kapasitas menampung air 20 ribu meter kubik per hari, atau setara dengan 230 liter per detik yang akan menghasilkan kompos 18 meter kubik per hari.

Sementara pipa Sambungan Rumah (SR), dari Agustus 2029 hingga minggu ke-3 Mei 2020, sudah terpasang 4.747 sambungan bagian depan rumah.

Terdiri dari 43 perumahan di antaranya: Seruni, Citra Indah, Centre Point, Rafflesia, Mitra Jaya, Orchard Suite, Citra Batam, Citra Mas, Citra Mahkota, Green Land, Villa Bukit Indah, Palm Spring, Kembang Sari.

Puri Cassablanca, Baloi Polisi dan Ditpam, Palm Regency, Putri Indah, Center View, Bukit Indah Sukajadi, Anggrek Sari, Center Park, Eden Park, Central Sukajadi, Niaga, Taman Dutamas, Plamo Garden, Legenda Bali, Legenda Malaka, OMA Batam Centre, Hangtuah, Puri Legenda, Taman Miditerania, Seipanas, Nusa Jaya, Bukit Beruntung, Bandar Srimas, Town House, Griya Mas, Graha Rezeki Mas, Graha Mas, BSP dan Royal Grande.(adv)