Batam

Pedagang Pasar Toss 3000 akan Di-Rapid Test, Bila Reaktif Dibawa ke ke RSKI Galang

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Wali Kota Batam, HM Rudi. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Wali Kota Batam, HM Rudi menargetkan penyisiran di Pasar Toss 3000 harus tuntas dalam waktu dekat ini. Sehingga, tidak ada lagi penambahan kasus baru yang berasal dari klaster tersebut. Rudi meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam untuk segera turun melakukan rapid test kepada pedagang yang ada di sana.

“Saya minta Dinkes turun lakukan penyisiran. Tinggal itu saja, saya memang khawatir soal hasilnya nanti. Namun kalau tidak di-rapid nanti tiba-tiba kasusnya membeludak lagi,” ujar Rudi saat di Dataran Engku Putri Batamcentre, Senin (29/6).

Rudi menuturkan, rapid test ini masih diperlukan. Agar bisa dipastikan tidak ada sebaran dari klaster Pasar Tos 3000 ini. Dan Batam kembali menjadi zona hijau, sehingga perekonomian kembali normal.

“Saya ingin zona kuning yang ada saat ini bisa berubah menjadi hijau. Sehingga nanti kondisi ini bisa menjadi laporan kita Kementerian Kesehatan Singapura bahwa Batam sudah aman. Ini akan kita bahas nanti saat rapat,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengaku siap jika diminta melakukan pemeriksaan rapid test kepada pedagang. Meski tidak ada penambahan kasus dari Tos 3000, pihaknya akan tetap turun dan memastikan kondisi pedagang yang ada di sana.

“Kalau melihat jarak waktu dari kasus terakhir, sepertinya kecil kemungkinan ada penambahan kasus di sana. Namun tetap harus dirapid sesuai dengan arahan pimpinan, agar bisa diketahui perkembangan kasus klaster Tos 3000,” ungkap.

Didi menambahkan jika ditemukan pasien hasil RDT nya reaktif akan langsung dikirimkan ke RSKI Galang. Agar penanganan lebih maksimal, dan pengawasan bisa lebih ketat. Karena selama ini banyak yang melanggar saat diminta karantina mandiri.

“Kalau karantina mandiri banyak yang melanggar. Kita sudah minta stay at home, mereka masih bandel, untuk itu, sekarang kalau ada yang reaktif dibawa ke RSKI Galang. Saya juga sudah minta tim kesehatan yang turun untuk melaporkan segera, jika ada warga yang reaktif,” ucap Didi.

Mantan Kepala RSUD Tanjung Uban ini menambahkan untuk saat ini alat tersedia dan cukup. Pihaknya tinggal menunggu jadwal turun ke pasar, sebab penataan diundur hingga 6 Juli mendatang.

“Kalau saya maunya cepat saja. Biar selesai satu persoalan di pasar tersebut. Jadi tim kesehatan bisa fokus menyisir tempat lain. Tapi agak terlalu lama,” ucapnya.

Seharusnya penataan Pasar Toss 3000 direncanakan dilaksanakan, Senin (29/6). Namun, jadwal tersebut diundur. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau.

Ia menjelaskan penundaan penataan karena permintaan dari pengelola yang ingin menata pasar secara mandiri. Setelah semua selesai baru dilakukan pengecatan nanti oleh tim terpadu.

“Mudah-mudahan bisa sesuai jadwal kali ini. Sehingga bisa baik penataan maupun rapid test bisa segera dijalankan,” harap Gustian. (hbb)