Lingga

Produksi AMDK Lingga Menunggu Izin BPOM, SNI dan MUI

Kelengkapan AMDK BUMD PT Pembangunan Selingsing Mandiri Kabupaten Lingga. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Selingsing Mandiri (PSM), Risalasih menyampaikan, pembangunan dan operasional pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Kabupaten Lingga, serta pembangunan pabrik dan permesinan produksi AMDK telah selesai dilakukan sejak Bulan Maret tahun 2020.

Hanya saja untuk operasional tinggal menunggu keluarnya 3 izin BPOM (izin edar), SNI, dan Halal MUI kesemuanya baru dapat dilakukan setelah pembangunan pabrik dan permesinan selesai 100 persen.

“Sebelumnya kami sudah meminta ke tiga lembaga itu, diantaranya, BPOM, SNI dan Halal MUI, harus turun lapangan terlebih dahulu dan melihat langsung atau cross cek terlebih kondisi pabrik AMDK yang berada di Dusun Cenut Desa Mepar Kecamatan Lingga,” ungkap Risalasih, Jumat (15/5).

Dia mengaku, ke tiga lembaga tersebut sempat diminta oleh pihaknya untuk turun sekaligus memberi penilaian, namun belum dapat dilakukan, akibat pembatasan seluruh operasional kantor pemerintahan terutama di pusat dampak dari mewabahnya Pandemi Covid-19 di Indonesia sehingga mengalami keterlambatan.

“Hanya bisa dilakukan layanan via online bekerja dari rumah, karena kantor masih tutup, tentunya kami harus menunggu hingga kondisi kian membaik,” jelasnya.

Terkait sudah pernah di-launchingnya produk AMDK Gunung Daik pada 20 November 2019, sebut dia, ketika pada HUT Kabupaten Lingga ke-16, itu untuk memperkenalkan saja terlebih dahulu kepada warga Lingga khususnya dengan produksi terbatas.

“Namanya memperkenalkan sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah, tentu belum di perdagangkan, mengingat pada waktu itu izin edar memasarkan dapat bekerjasama dengan perusahaan yang sudah memiliki izin. Tapi di Bulan Desember tahun 2019 secara aturannya tidak diperbolehkan lagi bekerjasama dengan perusahaan lain yang telah memiliki izin edar, jadi kita harus punya izin sendiri,” ucap pria yang akrab disapa Risal ini sambil bercerita.

Risal membantah, pemberitaan yang pernah beredar sebelumnya adalah launching produk AMDK Gunung Daik pada November tahun lalu, adalah pembohongan publik tidaklah benar adanya, sebab pada waktu itu pihaknya memproduksi di lokasi pabrik AMDK dengan produksi terbatas dan tidak diperjualbelikan hanya untuk kegiatan acar HUT Kabupaten Lingga ke-16 saja.

“Tidak perlu dibesarkan, intinya saat ini kami BUMD Lingga melalui PT PSM sedang terus mengupayakan agar izin yang syaratnya untuk bisa diedarkan segera diberikan. Dan kami sudah mengajukan perizinan secara online baik ke BPOM, SNI maupun Halal MUI,” ucapnya dengan santun.

Disinggung terkait dengan permodalan yang telah diberikan, ia mengaku kalau saat ini dapat dilihat, sebab sudah berwujud dalam bentuk aset, baik berupa tanah, gedung main permesinan, semua sudah menjadi milik BUMD Kabupaten Lingga PT PSM.

“Tentu harus kita syukuri, kami juga mohon doan kepada kita semua agar keinginan kita bersama masyarakat Kabupaten Lingga untuk memiliki produk unggulan AMDK dengan brand Gunung Daik akan segera terwujud. Insya Allah niat baik kita bersama akan diijabah oleh Allah SWT, Amin Ya Rabbal Alamin,” doanya dan meminta masyarakat ikut juga mendoakan.(mrs)