Batam Kita

Malam Ini, Kebakaran Hebat di Lahan Tidur Area Perum Tasahi

Warga saat berkumpul melihat kobaran api yang sudah ditangani petugas PBK. (Posmetro.co/red)

BATAM, POSMETRO.CO: Pepohonan dan semak belukar di lahan kosong milik salah satu developer kembali terjadi pada Senin (20/4) sekitar pukul 19.00 WIB.

Warga pun berbondong-bondong keluar rumah, karena area kebakaran sangat dekat dengan rumah di Perumahan Taman Sari Hijau (Tasahi), Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang.

Menurut warga, kebakaran itu terjadi sejak sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB. Warga pun ketakutan karena api sudah mendekati rumah. Lalu, beberapa warga berinisiatif naik ke titik api di atas bukit setinggi sekitar 40 meter itu.

“Sudah kami matikan apinya sore tadi, tapi malam hari selesai salat magrib api kembali muncul,” ujar Pak Man salah seorang warga.

Saat api kembali muncul, langsung membesar. Ibu-ibu dan anak-anak pun sempat histeris karena api dengan jelas terlihat mendekati rumah warga. Untuk kedua kalinya warga menghubungi petugas pemadam kebakaran (PBK).

Tak lama, dua armada PBK dari Pemko Batam langsung meluncur ke lokasi. “Itu apinya sudah dekat, cepat-cepat pak,” kata seorang emak-emak yang berkumpul di lokasi bersama anak-anak.

Karena banyaknya warga yang berkumpul, sudah lupa imbauan untuk melakukan social atau physical distancing. “Ayo jaga jarak,” ujar salah satu warga. Meski begitu, warga banyak mengenakan masker. Karena panik ada yang tak menghiraukan teguran itu.

Sementara itu, para petugas PBK untuk mencapai titik api, para petugas terlebih dahulu naik bukit. Sekitar satu jam dilakukan pendinginan, api yang sudah mendekati rumah warga berhasil dipadamkan.

Sebelumnya, kata warga, beberapa tahun lalu kebakaran di lahan kosong atau lahan tidur milik pengusaha properti di Batam itu juga terbakar. Tidak diketahui siapa yang melakukan pembakaran. Waktu itu juga petugas PBK dikerahkan untuk memadamkan api.

“Kami waswas juga pak kalau lahan ini kembali terbakar. Kenapa pula lahan itu tidak dibangun-bangun, padahal sudah tahun 2005 dilakukan land clearing,” ucap seorang warga.(*/red)