Lingga

Usai Anak dan Istri Dibawa Keluar, Rumah Ambruk Diterjang Angin

Rumah Sabari, warga Dusun Linau Desa Tanjung Kelit Desa Bakung Serumpun yang ambruk usai diterjang angin, Sabtu (11/4) dinihari. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Rumah warga Dusun Linau Desa Tanjung Kelit Desa Bakung Serumpun ambruk setelah diterjang angin, Sabtu (11/4) dinihari. Musibah ini menimpa Sabari (60), seorang nelayan.

Diduga karena tiang penyanggah rumahnya sudah lapuk, angin kencang dengan mudah memporak-porandakan rumah kayu milik pria kesehariannya bekerja sebagai nelayan itu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadia ini.

Informasinya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu Sabari pergi ke kamar mandi (WC) untuk membuang air kecil. Saat keluar dari WC, ia merasa aneh rumahnya bergoyang-goyang ditiup angin kencang.

Khawatir, Sabri mengajak istri dan anaknya keluar rumah. Hanya hitungan menit, setelah mereka keluar, rumah miliknya ambruk ke laut. Keduanya selamat dari maut.

Pjs Kepala Desa Tanjung Kelit Mursidi mengatakan, Sabari bersama istri dan 2 anaknya selamat dari kejadian tersebut.

“Atas kejadian itu, Sabari dan istri dan 2 anaknya yang masih kecil kehilangan tempat tinggal. Sekarang mereka tinggal di salah satu kerabatnya,” ungkap Mursidi, Senin (13/4).

Bersama seorang warga, dan bersama sejumlah perangkat desa, ia langsung mendatangi tempat tersebut, sambil menyerahkan sejumlah paket sembako kepada keluarga Sabari.

Mursidi mengaku, saat ini kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Lingga, khususnya Desa Tanjung Kelit cukup ekstrim. Ia berharap kepada warganya untuk terus waspada.

“Saya berharap agar masyarakat selalu waspada, terkait dengan musibah yang saat ini dihadapi oleh keluarga Sabri. Hari ini BPBD Lingga, Dinas Sosial dan Tagana akan turun ke lokasi kejadian, sekaligus menyerah bantuan,” ujanrya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lingga H. Abdul Khatab melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Abdul Malik mengatakan, kedatangan mereka menyerahkan bantuan berupa tenda gulung, paket kebersihan keluarga, tikar, paket perlengkapan keluarga dan selimut.

“Kami serahkan langsung pada korban didampingi Kepala Dusun dan Ketua BPD Tanjung Kelit,” kata Abdul Malik.

Taksiran sementara, sambung dia, Sabari mengalami kerugian kurang lebih Rp 13,5 juta, sedangkan bantuan berikutnya akan menunggu proposal yang akan di ajukan pihak desa ke dinas terkait.

“Kalau menyangkut bantuan, masih menunggu tim verifikasi dari BPBD dan Dinas PU Lingga, yang akan turun menghitung kerugian yang di alami Sabari,” tukasnya.(mrs)