Lingga

Warga ‘Sembelih’ Piton 6,1 Meter, Dagingnya…

Warga saat memikul badan piton sepanjang 6,1 meter, Sabtu (4/4). (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Lagi-lagi warga Kelurahan Daik Kecamatan Lingga kembali di hebohkan dengan penangkapan ular piton sepanjang 6,1 meter, oleh warga setempat. Ular betina tersebut takluk di tangan warga di Parit Cikkeng aliran Sungai Gunung Daik, Sabtu (4/4).

Ditemukannya hewan melata tersebut ketika seorang warga RT 01 Kampung Pahang, ingin melihat madu yang sudah diusungnya (mengambil air madu) dengan maksud ingin mengambil kembali di belakang salah satu rumah warga di RT yang sama.

Kurang lebih berjarak 50 meter dari permukiman warga, pria yang ingin melintasi parit Cikkeng menuju sarang madu terkejut melihat seekor ular piton sudah melingkar di parit dan siap menyerang mangsanya.

Melihat pemandangan membahayakan itu, pria tersebut langsung menelfon warga lainnya dengan menyebutkan lokasi penemuan seekor ular. Tak lama warga dari Kampung Pahang, Sepincan dan Mading serta warga Kelurahan Daik lainnya datang berbondong-bondong menangkapnya.

Mustafa, Ketua RW 01 Kelurahan Daik menuturkan, warganya bernama Sol ingin melihat madu yang sudah di usungnya beberapa hari yang lalu, berjalan sekitar 50 meter dari salah satu rumah warga, Sol menemukan ular di dalam lubang dan langsung meminta bantuan.

“Masih bernasib mujur, kalau tidak ular itu sudah siap ingin memangsa sebab ular sudah melingkar di lubang parit tempat ditemukan. Ular sepanjang 6,1 meter itu bisa membunuh orang dewasa,” ungkap Mustafa, Minggu (5/4).

Dia melihat, ular berkelamin bentina tersebut dalam keadaan lapar dan mencari mangsa. Ia menghimbau warga agar selalu berhati-hati di lokasi parit atau anak sungai Cikkeng yang merupakan juga aliran Sungai Hulu Daik.

“Berdasarkan pengalaman, ular yang sama akan datang kembali ke tempat yang sama setelah 1 bulan. Sebab Piton pejantan akan mencari piton betina yang sudah kami tangkap dan bunuh,” kata Mustafa lagi.

Ia juga menyebutkan, warganya yang tidak jauh dari tempat penemuan seringkali kehilangan ternak (ayam). Dalam tempo sepekan atau 7 hari ada saja yang hilang namun tidak diketahui hilang kemana.

“Kuat dugaan pemilik ayam, ular Piton yang memangsanya, sebab ayam miliknya hilang tanpa bekas, lenyap begitu saja,” ujar pria yang akrab di sapa Bang Dang ini lagi.

Katanya lagi, sekitar pukul 10.30 WIB, ia bersama belasan warga menangkap ular tersebut memakai parang. Warga pun menyabet ekor ular hingga nyaris putus. Ular terus melawan, akhirnya parang warga melukai badan ular.

“Setelah kami taklukkan, dalam perkiraan berat ular itu kurang lebih 80 kilo, sebab kami dengan jumlah 3 orang terasa berat memikulnya,” sebutnya.

Setelah dibawa keluar, ular yang sudah mati itu dipotong-potong, lalu dagingnya dibawa ke tempat penangkaran buaya di Desa Panggak Laut Kecamatan Lingga.

“Kalau tidak dibunuh tentu ular itu akan mengancam keselamatan orang. Memang kalau tidak ada penangkaran buaya ular akan kami tanam. Karena ada penangkaran lebih baik kami serahkan ke sana untuk dijadikan makanan buaya,” tukasnya.

Sekali lagi dia menghimbau warga agar berhati-hati di lokasi penemuan piton tersebut. Sebab pejantan akan menyusul, begitu juga sebaliknya, lawan jenisnya pasti akan datang mencari dalam tempo waktu 1 bulan.

“Saya lagi SD Kelas VI sempat diserang ular piton, besarnya kurang lebih yang kami bunuh. Waktu itu saya ke kebun dan ular itu dapat dibunuh warga. Setelah satu bulan lawan jenisnya datang ke tempat yang sama pada akhirnya juga dapat dibunuh ketika itu,” pungkas pria paruhbaya ini.(mrs)