Politik

Rian Ernest Maju di Pilkada Batam dengan Slogan Batam Baru

Rian Ernest dan Yusiani Guru Singa bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Batam lewat jalur independen. (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Batam Baru. Ini slogan Rian Ernest mewaqafkan dirinya untuk warga Batam maju sebagai bakal calon Walikota Batam lewat jalur independen. Rian berpasangan dengan Yusiani Guru Singa sebagai wakilnya di kontestasi Pilkada 2020.

Setidaknya ada harapan baru untuk Kota Batam di tengah lesunya perekonomian saat ini. Tim relawan Batam Baru, baru empat hari sudah berhasil mengumpulkan 1.000 KTP warga Batam. Targetnya 60 ribu KTP.

“Dalam hitungan hari sudah 1.000 KTP Batam terkumpul. Artinya saya menangkap sinyal dari masyarakat Batam, ada aspirasi dan harapan baru,” kata Rian saat konfrensi pers, Selasa (10/12).

Rian memastikan dirinya ingin kembali ke tanah leluhurnya. “Ibu saya lahir di Tarempa, Kepri. Saya ada banyak keluarga di Kota Batam,” kata pria yang punya pengalaman sebagai coorporate lawyer dan pernah menjadi guru relawan itu.

Meskipun bukan orang Batam, tapi Rian mengklaim punya kemampuan untuk membuat Batam kencang lagi.

“Karena ini masih kampung leluhur saya juga. Jadi saya merasa Batam itu harus bisa lebih kencang lagi secara sektor ekonomi,” harapnya. Diakuinya, sekarang sudah mulai menurun industri manufaktur, industri galangan kapal, soal lainnya masih belum begitu optimal.

“Turis masih takut datang. Karena taksi online dan taksi pangkalan masih berkelahi,” tambahnya. Karena itu, dirinya bersama Yusiani memiliki kemampuan yang sudah mengenal Batam selama 20 tahun. Rian juga punya kemampuan di bidang menajer. Katanya, ini semua kembali ke warga Kota Batam mau tidak ikut gerakan Batam Baru.

“Kalau mau klik www.batambaru.com ada semua informasi di sana siapa Rian Ernest dan lainnya. Jadi memudahkan kepada calon pemilih kami,” tambah pria yang juga pernah jadi pengacara pribadi dari Gubernur RI.

Rian maju lewat jalur independen. “Saya dan wakil saya masih merupakan kader partai tapi kami yakin. Saya dari kader PSI hanya 1 posisi di DPRD kota Batam. Dalam politik ada lobi politik, negosiasi politik dan bahkan mahar politik,” katanya. Lanjut dia, akhirnya itu menjadi penyakit bagi demokrasi.

“Dan ini nggak mungkin bisa saya lakukan saya terpanggil masuk politik ingin jadi bagian dari solusi bukan masalah,” tambahnya.

“Setelah diskusi dan kami konsisten masuk jalur perorangan. Tidak akan kita pindah ke partai supaya ini juga jadi pelajaran politik bagi warga yang berpikiran selama ini, politik itu penuh muslihat tipu daya. Tidak semua, seperti itu ada kok, beberapa orang yang bisa melakukan lebih baik,” ulasnya.

Diakuinya memang, jalan independen ini lebih terjal. Lebih berdarah-darah. Tapi menurutnya, ini lebih steril dari transaksi politik dan menjadi layak untuk diperjuangkan.

“Tetapi kalkulasi politik saya bisa kok ini. Batam ini akses informasinya begitu bagus. Akses jalan begitu bagus. Dan mengumpulkan KTP tidak susah naik turun bukit, gunung dan sungai,” katanya.

Lanjut Rian, ini bisa terealisasi, pertama warga Batamnya sendiri ingin ikut gerakan ini. Kedua sepanjang tim relawan saya disiplin. Aktif giat masuk dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah.

“Saya ini kader partai. Kami baik dengan semua partai. Secara formal kami maju independen. Apabila ada yang ingin mendukung dari belakang partai partai atau massa silahkan. Tapi kami akan konsisten jalur independen,” timpalnya.

Yusiani, menambahkan dirinya berdampingan, karena visi dan misi Rian yaitu Batam Baru. Yusiani ingin Batam lebih sehat, Batam lebih hijau, tertata dengan orang-orang muda tapi sangat dewasa untuk berdiskusi.(cnk)