Bisnis

Hidup Sehat dengan Makanan Burung Pengganti Nasi

Produk golden flaxseed yang mengisi event Food Chain & Trade Expo 2019 yang digelar oleh International Business Association (IBA) Batam di MB2 Mall Batam, Minggu (1/12). (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Sekitar 10 tahun belakangan ini, produk golden flaxseed merupakan bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat di Taiwan. Selain sehat, omeganya juga tinggi.

“Produk ini sudah ada sejak dulu. Tapi kita menganggap ini makanan burung. Tidak tahu apa manfaatnya,” ujar Ellie salah satu tenant yang mengisi event Food Chain & Trade Expo 2019 yang digelar oleh International Business Association (IBA) Batam di MB2 Mall Batam, Minggu (1/12).

Ellie mengenalkan golden flaxseed di Batam untuk yang pertama kalinya di Indonesia selain Malaysia dan Singapura. Katanya, produk ini dikenalkan karena pola makan orang Indonesia cenderung berat.

“Bisa kita lihat orang Indonesia suka makan ‘berat-berat’, makan pedas,” katanya.

Nah, dengan golden flaxseed ini, sedikitnya dapat mengubah pola makan kembali ke hidup sehat.

“Ini bisa juga menjadi pengganti nasi penderita diabetes. Bisa sebagai penahan lapar. Karena ada kandungan omega. Cocok untuk sarapan pagi,” timpalnya.

Sebelumnya, event IBA ini digelar selama tiga hari. 8 negara dilibatkan selain Indonesia, Singapura, Malaysia, Norwegia, Thailand, Jepang, Taiwan, dan China.

Ketua International Business Association (IBA) Batam Shan Shan, mengatakan, event ini juga akan diadakan di 33 kota besar di Indonesia. “Kegiatan ini mempertemukan pelaku UMKM, industri waralaba, investor dan stakeholder lainya,” kata Shan Shan.

Produk-produk unggulannya dari masing-masing negara seperti makanan, minuman, kosmetik hingga pakaian. Seperti brand Annies Way, S&J, Citronella Oil dan lainnya.

Kegiatan ini bisa memberikan kesempatan bagi para investor mencari peluang usaha baru. Pihaknya juga menyediakan tempat atau business lounge, bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh tentang produk sebelum melakukan transaksi. Selain itu IBA juga menyediakan translator untuk setiap stand luar negeri.

“Total ada sekitar 45 translator, Jadi tidak usah mengkhawatirkan masalah komunikasi. Kita ingin memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli,” tambahnya.

Kemudahan lainnya, juga menyediakan mesin edisi di setiap tenan. Event ini juga diisi dengan business matching dan charity serta perlombaan entrepreneur contest.

“Ini event yang pertama kali kami gelar. Meskipun baru, kami ingin ada gebrakan untuk memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Batam,” harapnya.(cnk)