Batam

Pembangunan Gedung Pasar Induk Jodoh Ditenderkan

Warga mengemas barangnya di Pasar Induk Jodoh, sebelum ditertibkan Tim Terpadu. (Posmetro..co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Pasca penggusuran Pasar Induk Jodoh, Batuampar, sejumlah pedagang dan penghuni masih ada yang mengais barang-barang yang tersisa. Memang di bangunan induk bukan hanya kegiatan niaga, tapi juga dijadikan kos-kosan hingga pasangan tidak terikat pernikahan.

Agar bangunan tua itu tak ditempati lagi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam, menurunkan satu beko lagi, untuk merobohkan tangga akses ke lantai atas.

“Semua pintu masuk kami paku,” ujar Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, di sela melanjutkan kegiatan penertiban di area Pasar Induk, Jodoh, Kamis (31/10). Tidak hanya itu, setelah clear and clean, kawasan Pasar Induk ini akan dipagar keliling. Juga memasang imbauan tidak boleh menempati pasar tersebut.

“Semua akses ditutup dan kami pagar supaya tidak ada aktivitas lagi,” timpalnya sambil mengatakan menunggu perobohan bangunan utama.

Lanjut Gustian, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menghadap ke Kementerian Perindustrian dan Perdagang (Kemendag) untuk membicarakan lanjutan pasar ini. Pada prinsipnya, Kemendag telah berkomitmen untuk membantu pembiayaan pembangunan pasar ini.

Untuk anggaran yang diusulkan ke pusat Rp 260 miliar. “Jadi kalau kita ingin membangun Pasar Induk Jodoh tak ada pilihan. Mesti dibersihkan dulu. Kalau nggak APBN, nggak turun. Makanya kita ambil langkah tersebut,” kata Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, Jumat (1/11).

Katanya, gedung Pasar Induk Jodoh itu harus dirobohkan. Bangunan kios yang dipinggir akan dibantu dengan alat dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air. Yang gedung induknya akan tetap ditender.

“Misal atap bekas, besi-besi yang dinilai berguna akan dilelang. Setelah itu baru lelang pelaksanaan kegiatannya,” kata Amsakar.

Amsakar menyebut, kalau APBN itu bisa disupport tahun 2019, pihaknya akan mengerjakannya. Tapi jika tak jadi, Pemko akan melaksanakan tahapan pembersihan bangunan yang telah ada di lokasi.

“Jadi perlu dipahami tak ada kepentingan lainnya. Ada yang berfikir proyek ini cenderung swastanisasi. Tapi itu tidak. Kami berfikir pasar ini bisa jalan, masyarakat bisa mencari opsi tempat belanja yang murah dan pedagangnya lebih dimanusiakan,” tutupnya.(cnk)