Politik

Hanya Kadin Kepri yang Membuat Tantangan untuk Bakal Calon Kepala Daerah, agar Sejahterakan Masyarakat

Ketua Umum Kadin Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana (kiri) dan Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk menyaksikan Ismeth Abdullah menandatangani kontrak politik pertumbuhan ekonomi 7 persen. (Posmetro.co/ist)
BATAM, POSMETRO.CO: Kamar Dagang Industri (Kadin) Provinsi Kepri menantang para bakal calon yang mau bertarung di Pilkada 2020, untuk meneken kontrak politik membuat pertumbuhan ekonomi 7 persen bila nanti menjabat.
Di hari pertama tantangan dibuka pada Kamis (31/10), mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dengan yakin menandatangani kontrak politik bertema “Mengukur Daya Tempur Kandidat Calon Gubernur Untuk Kontrak Politik Pertumbuhan Ekonomi 7 persen”.
Kadin Kepri dan Kadin Batam, juga membuka kesempatan kepada para bakal calon pimpinan daerah untuk bisa membuat pertumbuhan ekonomi, sehingga masyarakat sejahtera. Untuk ‘tantangan’ ini baru di Kepri yang melakukannya.
“Lewat ini kami mengundang tokoh-tokoh yang mau maju dalam pencalonan calon Gubernur Kepri mendatang. Alhamdulillah pak Ismeth Abdullah (mantan Gubernur Kepri) bersedia hadir,” ujar Ketua Kadin Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana, Kamis.
Selaku pengusaha Ma’ruf tidak lupa berterimakasih kepada Ismeth Abdullah atas jerih payah selama memimpin BP Batam.  Pengusaha di bawah Kadin, kata Ma’ruf, menginginkan tokoh yang bisa melakukan pertumbuhan ekonomi, karena selama 15 tahun belakangan ini ekonomi di Kepri, Batam khususnya anjlok. Maka ini, pihaknya menginginkan adanya pemimpin yang visioner yang mampu membuat terobosan baru.
Ma’ruf menegaskan, pihaknya mencari bakal calon pimpinan daerah yang ikut kontestasi di Pilkada 2020, yang mempunyai komitmen untuk mensejahterakan masyarakatnya. Ia sempat berpikir bila tidak ada yang berani menadatangani ‘tantangannya’ dirinya yang akan ‘maju’.
“Memang sempat kami berdua mendaftar karena belum ada tanggapan kontrak politik pertumbuhan 7 persen. Saya sendiri mendaftar calon Gubernur kepri, Pak Jadi Rajagukguk mendaftar untuk pilwako Batam,” ulasnya.
Namun dengan keiklasan pak Ismeth Abdullah, akhirnya bersedia datang. Jadi kami tidak jadi mencalonkan diri di Pilkada 2020 mendatang.
Ma’ruf berharap nanti di bawah pemimpin yang baru, sektor industri bisa bergerak, sehingga otomatis ekonomi pun akan lebih baik lagi. Bahkan, lanjut Ma’ruf pihaknya akan menyiapkan panggung untuk diskusi kandidat calon Gubernur dengan pembahasan pertumbuhan ekonomi 7 persen, supaya bisa melihat sosok yang membawa perubahan Kepri ke depan.
“Kami ingin fakta, jangan lagi berlebihan, bermewahan,” singgung dia. Ma’ruf menyebut, jika pemimpin hanya menghamburkan uang dari APBN segala macam, pihaknya justru tidak senang.
“Jangan menghamburkan uang bikin lah terobosan baru yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat banyak,” tutupnya.(cnk)