Politik

Sinyal Ria Saptarika dan Haris Lambey Maju di Pilwako Batam

Ria Saptarika dan Haris Lambey di kediaman Ria di Perumahan Mekar Sari, Sekupang.

BATAM, POSMETRO.CO: Nama Ria Saptarika cukup familiar di tengah masyarakat. Anggota DPD RI yang terpilih dua periode asal Kepri yang fenomenal ini setiap maju jadi senator, selalu menempati posisi teratas dari pesaingnya yang lain. Begitu juga di Pemilu 2019, Ria Saptarika meraup suara luar biasa hingga 198 ribu. Dan itu semua beliau dapatkan dengan biaya yang begitu minim, kalau dibandingkan kandidat lainnya.

Artinya apa? Berarti sosok pria asal Tembilahan Riau yang juga Wakil Walikota Batam periode 2006 – 2011 ini adalah sosok yang monumental bagi masyarakat Batam. Track record yang baik, ramah dan murah senyum, serta sedia datang di setiap undangan masyarakat tanpa pandang bulu, pejabat atau rakyat tinggal di ruli, mau orang kaya maupun miskin, beliau selalu hadir tanpa pamrih. Inilah salah satu social kapital ciri khas tokoh yang juga ahli IT ini. Jadi wajar, masyarakat Batam banyak memilih dan mencintai beliau.

Karena prestasi luar biasa inilah yang akhirnya menggerakkan AKP Haris Lambey, S.ST, tokoh muda energik yang belakangan ini cukup mengguncang Batam karena ingin mencalonkan sebagai Walikota Batam di Pilkada 2020. Polisi aktif yang punya basic pendidikan kemaritiman lulusan AIP (Akademi Ilmu Pelayaran) sengaja menyambangi kediaman senator Ria Saptarika di Perumahan Mekar Sari, Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang.

Pertemuan mereka begitu hangat dan kompak. Karena mereka berdua memang sudah saling mengenal cukup lama. Ria Saptarika banyak bercerita tentang dunia IT digital, yang dulu semasa menjabat Wawako Batam pernah menggagas konsep Batam Digital Island.

Dan konsep tentang bagaimana digitalisasi Batam jauh sebelum konsep smart city digaungkan oleh pemerintahan Ridwan Kamil. Taman internet yang saat ini masih banyak aktif di Batam adalah salah satu contoh paling sederhana yang ditelorkan dari gagasan Ria Saptarika.

Haris Lambey pada kesempatan itu juga memaparkan motivasi dan ide gagasannya, kenapa ingin maju di Pilwako Batam? Polisi yang juga pebisnis berdarah Bugis ini melihat masih banyak potensi di bidang kemaritiman yang belum tergarap maksimal oleh pemerintah saat ini.

“Padahal Batam itu DNA kotanya adalah laut (Kemaritiman) dimana secara geografis sangat strategis. 200-an ribu kapal melewati selat philip (antara Singapura – Batam) dari Selat Malaka menuju laut Cina selatan, tapi pemerintah tidak menangkap potensi ini untuk dijadikan multi income yang luar biasa. Saya yakin ratusan miliar bisa didapatkan dari sektor kemaritiman lintas kapal ini, kalau kita kelola maksimal ,” tegas mantan Kasatreskrim Polairud Polda Kepri ini.

Atas ihtiar dan gagasan-gagasan yang cemerlang dari Haris Lambey untuk kemajuan Batam, Ria Saptarika memberikan dukungan sangat besar.

“Saya selalu monitor setiap gerakan adinda Haris Lambey, baik di sosial media dan koran. Sangat surprise bagi saya ada tokoh muda semacam beliau yang berani tampil penuh dengan ide gagasan cemerlang tentang Batam. Saya sangat apresiasi dan siap mendukung ide-ide beliau,” ungkap pria jebolan ISTN dan Master og Engineering UGM ini.

Ria melanjutkan, Batam butuh ide besar yang mendunia. Dan harus selalu siap akan kemajuan teknologi dan perkembangan dunia. Jadi mindset membangun Batam itu harus berani out of the box. Karena Batam memang dikonsep untuk menjadi kota bertaraf internasional yang siap berkompetisi dengan kota besar pelabuhan di dunia seperti Hongkong, Singapura, Shenzhen, Dubai, Abu Dhabi, bahkan Chicago sekalipun.

Para kesempatan itu, pertemuan dua tokoh Batam ini mengalir penuh semangat kebersamaan, pikiran bagaimana membangun Batam yang lebih baik.

Saptono salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Sagulung yang ikut hadir di pertemuan tersebut merasakan adanya aura dahsyat.

“Saya yang ikut hadir di situ merasakan satu aura yang begitu dahsyat dari dua tokoh ini. Secara umur kayak abang dan adek. Secara pemikiran begitu matching dan saling menguatkan,” ujarnya.

Mas Wijaya yang juga kenal dekat Ria Saptarika, juga mengatakan, dalam pertemuan tersebut, suasananya rilek dan terpancar kegembiraan di dua tokoh ini.

“Saya melihat Pak Ria begitu happy dan semangat malam itu. Walaupun kadang serius mendengarkan paparan Pak Haris Lambey tentang ide dan konsepnya di bidang kemaritiman,” ungkapnya.

Apakah pertemuan ini mempunyai makna lain tentang hajatan politik Pilkada tahun depan? Ria Saptarika menegaskan, jika ia sangat mendukung dan akan mensosialisasikan tentang ide-ide serta konsep mengenai Batam kepada masyarakat.

“Yang jelas saya sangat senang dan mendukung adinda Haris Lambey maju di Pilkada Batam. Dan tentu saya akan bantu beliau sosialisasikan konsep dan pemikirannya kepada masyarakat pendukung saya. Kami sudah sepakat untuk itu,” tegas Ria kepada awak media.

Atas dukungan Ria Saptarika, Haris Lambey menyampaikan terimakasih. Ia mengungkapnya, jika pada pertemuan tersebut, seperti diibaratkan kakak membimbing sang adik yang dicintai.

“Saya sangat berterimakasih atas sambutan, dukungan, arahan bimbingan dari Abang saya Ria Saptarika. Kami tadi juga sepakat bagaimana kedepan bahu membahu membangun Batam yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Melihat gelagat dan bahasa tubuh dua tokoh ini yang begitu pamungkas dan paripurna, Andra menambahkan, ia secara pribadi melihat ‘seandainya’ Pak Ria mau maju berpasangan dengan Pak Haris Lambey ini, akan menjadi tsunami politik luar biasa bagi kontestasi Pilkada Batam.

“Karena duet tokoh ini sangat cocok dan akan dahsyat. Saya yakin itu,” kata Andra penuh semangat.

Ria Saptarika ketika ditanya, apakah ada niatan untuk maju Pilkada Batam. Beliau menjawab, ia terlebih dahulu melihat perkembangan hari ini.

“Secara pribadi hati saya agak mulai tergerak berpikir ke arah situ. Karena jujur, sudah banyak juga yang menyampaikan dukungan ke saya untuk maju di Pilkada Batam. Tapi ya kita lihat saja nanti bagaimana,” ujar Ria sembari melepas tawa penuh makna.

Apakah makna jawaban Ria tersebut merupakan sinyal, apakah Ria menunggu kepastian revisi UU MD3 terlebih dahulu tentang mundur atau tidaknya anggota legislatif yang mengikuti Pilkada?

Biar waktu yang menjawab. Yang jelas dengan pertemuan ini, politik jelang pilkada 2020 semakin panas dan dinamis.(*/red)