Kriminal

Ini Cerita Horor di Lokasi Penikaman Balita Warga Kampung Ubi

Salah seorang warga Kampung Ubi RT 01, RW 09, Teluk Bakau, Batubesar, Nongsa menunjukkan lokasi penikaman balita. (Posmetro.co/cnk)
BATAM, POSMETRO.CO: Lokasi penikaman terhadap Selin, balita berumur dua tahun yang meregang nyawa setelah menjadi korban kesadisan pamannya, meninggalkan cerita horor bagi warga sekitar Kampung Ubi RT 01, RW 09, Teluk Bakau, Batubesar, Nongsa.
Selin yang ditusuk berulang kali bak batang pisang oleh pamannya sendiri, Dodi Pance (27), harus meregang nyawa meski sempat dibawa ke rumah sakit. Kini, darah yang keluar dari tubuh korban sudah mengering.
Di lokasi itulah, banyak yang memilih untuk tidak melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut. Ada sebagian warga  yang meyakini, karena darah di lokasi tersebut belum dibersihkan, maka setiap sore, ramai burung kuburan hinggap di sekitar lokasi kejadian.
“Kami sebut burung kuburan. Nggak biasanya burung itu hinggap di pohon nangka itu, kami takut,” terang Bella kepada POSMETRO.CO, Rabu (16/10) yang rumahnya di depan TKP.
Menurut Bella, karena masih baru dan masih “wangi” warga takut ada kejadian serupa terulang. Sebab darah yang bercecer di lokasi belum dibersihkan, karena masih ada garis polisi. Warga dilarang keras memasuki police line tersebut.
Memang pasca kejadian ada tiga lokasi yang diberi police line oleh jajaran Polsek Nongsa. TKP pertama, lokasi penikaman yang berada di seberang rumah Bella. Bella mengaku, melihat pelaku menidurkan korban di atas gundukan tanah, lalu menusuk perut korban berulang kali.
“Setelah nikam korban, dia lagi yang (pelaku) nikam perutnya sendiri. Pelaku buka baju, habis tu ditusuknya beberapa kali,” kisah Bella. Setelah penikaman, dilihatnya Dodi sempat panik melihat darah segar menempel di pisau dapur yang dipegangnya.
Sambil menggendong Selin, pelaku berusaha jalan cepat ke TKP 2, belakang dapur rumah Farida, tempat dimana pisau disembunyikan.
Setelah menyembunyikan pisau, pelaku berjalan ke arah kebun sekitar 100 meter dari TKP 2, dan pelaku akhirnya duduk tersandar di bawah pohon (TKP 3). Bayi Selin tergeletak disamping pelaku dalam kondisi kritis.
Sementara, tetangga korban yang juga pemilik pisau dapur enggan berbicara banyak soal kasus tersebut. Namun wanita berambut hitam lurus itu mengaku menyesal karena tahu pisau yang dipinjamkannya kepada Dodi untuk hal yang di luar dugaannya.
“Saya tidak tahu dia (Dodi) pinjam untuk apa. Namanya kita bertetangga, saya pinjamkan saja,” kenang wanita yang enggan namanya ditulis.
Wanita asal Sumatera Selatan itu mengaku, dirinya juga baru tinggal di Kampung Ubi RT 01, RW 09, Teluk Bakau, Batubesar, Nongsa. Dengan pelaku, wanita bersuami ini juga baru kenal.
“Saya juga baru tinggal. Sama, dia (pelaku) juga warga baru,” timpal wanita berkaos putih itu.
Pagi itu, dirinya tengah beres-beres rumah. Lalu datang pelaku sambil menggendong korban dan mengetuk pintu rumahnya.
“Dia (pelaku) gendong korban lalu minjam pisau seperti orang biasa. Korban juga tenang saat digendongnya,” tutupnya dengan rasa penyesalan.
Kapolsek Nongsa, Kompol Albert Sihite saat dikonfirmasi mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan gelar perkara terkait reka ulang (rekonstruksi) kejadian. Sementara Dodi sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini ditahan di Mapolsek Nongsa.(cnk)