Batam

Kuncian “Pretzel Hadi” Mengguncang One Pride MMA

Hadi saat memenangkan laga ke tiganya di One Pride MMA. (posmetro.co/istimewa)

BATAM , POSMETRO.CO : Batam patut berbangga. Khususnya, perguruan Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) Batam. Sebab, Hadi, atlet ISJ Batam memenangi laga di One Pride MMA.

Bahkan teknik kuncian Hadi juga menghebohkan dunia beladiri campuran Indonesia. Teknik ini juga menjadi buah bibir masyarakat pecinta beladiri, setelah pertandingan Hadi Vs Aziz Taufiqurohman itu ditayangkan oleh sebuah televisi swasta nasional, Sabtu (12/10) malam.

Pertandingan ini memang sudah ditunggu Hadi. Sudah lama petarung berjuluk ‘Smile Boy’ ini menyiapkan diri. Berlaga di One Pride MMA, Hadi tak hanya bermodal nyali. Ia sadar betul, tampil di laga beladiri campuran terbesar di Indonesia itu harus punya teknik dan strategi.

Ia terus berlatih di bawah naungan perguruan ISJ. Di Batam, ia berlatih pada Sensei Oji. Pelatih yang juga sudah banyak melahirkan fighter MMA. Ini bukan pertandingan pertama bagi Hadi. Setahun lalu, ia juga memenangkan pertandingan dengan teknik kuncian di ajang yang sama. Setahun vakum, penampilan Hadi semakin luar biasa.

Terbukti, di dalam oktagon, Hadi menguasai posisi sepanjang laga. Saat wasit menyebut kata ‘fight’, Hadi langsung menyerang. Dengan satu-dua pukulan, Hadi memecahkan konsentrasi lawannya. Setelahnya, Hadi berhasil melakukan bantingan.

Dua petarung ini sama-sama terjatuh. Hal ini sangat menguntungkan bagi Hadi. Sebab, berbekal beladiri jujitsu, Hadi dengan mudah menguasai posisi. Hadi terlihat sangat menguasai teknik ground fighting.

Posisi samping atau side control Hadi sangat sempurna. Aziz tak punya kesempatan meloloskan diri. Sambil menunggu momen yang tepat untuk mengunci lawan, Hadi melayangkan sekali-dua kali pukulan ke wajah Aziz.

Saat pertandingan baru berjalan satu menit 52 detik, Hadi berhasil melakukan kuncian dengan teknik melipat badan lawan. Tangan kanan Hadi memegang leher Aziz. Sedangkan tangan kiri memegang kaki kiri Aziz. Lalu, Hadi melipat badannya. Aziz menyerah. Bahkan sempat pingsan.

Teknik ini membuat komentator terperangah. Fransino Tirta, komentator yang memandu jalannya pertandingan saat ditayangkan di televisi sempat menyebut tak mengetahui nama kuncian itu. Bahkan, sempat digadang-gadangkan, kuncian itu menjadi ‘hak paten’ milik Hadi. “Kuncian Hadi Pretzel, mungkin,” kelakar seorang komentator lainnya. Selama One Pride MMA ada, kuncian ini tak pernah ada sebelumnya. Tak salah, jika kuncian ini seketika menjadi viral.

Kemenangan Hadi sangat diapresiasi oleh Founder ISJ, Shihan Mahesa Arba SH. Mahesa menyebut, sah-sah saja teknik yang diperagakan Hadi itu dinamakan dengan ‘Hadi Pretzel’ atau ‘Pretzel Hadi’. Sebab, teknik kuncian tersebut memang sangat spektakuler.
Saat ini, kata Mahesa, ISJ tak hanya fokus pada pertandingan jujitsu semata. Melihat perkembangan dan geliat beladiri belakangan ini, ISJ juga menyiapkan atletnya untuk terjun ke dunia MMA.

“Saat ini banyak aset atlet MMA yang kami miliki,” kata Mahesa.
Sebagai guru besar ISJ yang juga dipercaya sebagai Manager Timnas Jujitsu untuk SEA Games, Mahesa jelas saja lebih banyak menjagokan teknik pertarungan bawah. Namun, itu bukan berarti tidak harus melatih teknik stand up fighting atau pertarungan atas, seperti teknik pukulan dan tendangan.

Sementara itu, menang pada laga ketiganya, tak membuat Hadi menjadi pongah. Ia tetap merendah. Ia menyebut akan terus memperdalam teknik bertarungnya, khususnya pada teknik ground fighting.

Hadi juga menyebut, Aziz yang menjadi lawannya bukanlah petarung sembarangan. Aziz dinilai memiliki ketajaman pada stand up fighting. “Tapi ini laga MMA, teknik dan strategi harus berbarengan. Saya tarik lawan ke bawah. Karena teknik ground fight memang sudah menjadi andalan saya untuk laga ini,” katanya.

Sebagai petarung jujitsu, kata Hadi, pada pertandingan-pertandingan berikutnya, ia akan tetap menjagokan petarungan bawah. Ia juga menyebut, kemenangan ini atas dukungan pelatih, teman-teman seperguruan dan masyarakat Batam. Terutama, ia bisa memenangkan laga, kata dia, berkat doa ibunya. “Kemenangan ini aku persembahkan buat ibuku,” ujarnya.(chi)