Metro Kepri

Niat Kuat Lukita Bertarung di Pilwako Batam

Wawancara Eksklusif Bersama Lukita Dinarsyah Tuwo

Lukita bersama beberapa ketua dan pengurus partai di Batam.

BATAM, POSMETRO.CO : Delapan bulan sudah Lukita Dinarsyah Tuwo tak lagi menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Namun begitu, namanya terus berseliweran di pemberitaan baik di media sosial sampai ke perbincangan hangat masyarakat, bahwa Lukita bakal bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam 2020 mendatang.

Beberapa waktu lalu, lewat inisiator Partai Hanura Kota Batam berkumpulah delapan pengurus dan ketua partai di salah satu restoran di Batam, diantara partai yang hadir adalah, Partai Hanura sendiri yang langsung dihadiri Iwan Krisnawan selaku Ketua Partai bersama Sekretasinya Kamaruddin.

Ruslan Ali Wasyim bersama Lukita.

Selain itu hadir juga Ketua Golkar Kota Batam Ruslan Ali Wasyim, Demokrat yang diwakili Sekretaris Partai Sahat Tambunan, PSI yang diwakili oleh Anto Duha bersama Robin Damanik, sementara dari PKB dihadiri oleh sekretaris partainya Purwanto. Ada juga perwakilan dari Perindo yang mengutus Toni Siahaan.

Para pengurus partai ini langsung bertemu dengan Lukita untuk menentukan dan berdiskusi tentang langkah menuju Pilwako Batam 2020.

” Seharusnya dari PPP dan PAN dijadwalkan hadir, tetapi karena sesuatu hal tidak bisa datang dalam pertemuan ini,” ungkap fasilitator dan juru bicara pertemuan Herdiansyah atau akrab dipanggil Dado.

Dalam pertemuan itu juga posmetro.co, secara eksklusif memewancari Lukita seperti apa sikapnya dalam menghadapi Pilwako Batam mendatang.

”Kalau ditanya saat ini, saya katakan niat saya semakin kuat untuk maju dalam pemilihan kepala daerah Kota Batam ini. Tapi ada proses yang harus kita jalani, dan dalam satu atau dua bulan kedepan akan saya sampaikan kepastiannya mungkin lewat deklarasi. namun setelah melakukan pembicaraan dengan kawan-kawan yang hadir pada hari ini juga, menguatkan saya untuk maju dalam pemilihan nanti,” ungkap Lukita.

Saat ditanya mengapa Batam yang dipilih padahal jika dilihat saat ini kapasitas Lukita sendiri bisa dikatakan bisa setaraf menteri, dan apakah ada unsur “balas dendam”?

”Itu saya kira pertanyaannya pas, bahkan kawan-kawan saya di Jakarta menanyakan hal itu. Tapi saya nyatakan saya bukan orang yang pendendam. Ini bukan hal itu, tetapi saya melihat potensi batam yang luar biasa besar yang belum digali secara maksimal. Dan untuk itu Batam memerlukan perubahan, dan dengan pengalaman saya di BP Batam, saya tahu apa yang mesti saya lakukan agar bisa perubahan itu terjadi untuk membangun Batam lebih baik lagi dan lebih baik lagi ke depan,” jelas pria kelahiran Jawa Barat 25 September 1961 ini.

Namun saat ditanya kendaraan partai apa yang akan dipakainya jika nanti maju di pemilihan kepala daerah, Lukita masih belum berani menjelaskan secara detail.

”Bagaimana ya, tetapi dengan berkumpulnya dengan teman-teman ini, saya berharap bisa menjadi partai pengusung jika saya jadi maju. Meski pun saat ini menjadi Balitbang suatu partai, tetapi nanti akan terjawab dalam deklarasi. Saya bukan politisi, jadi saya tidak tahu bagaimana menyampaikan hal ini, tentunya saya tidak mau melangkahi SOP yang berlaku di dalam partai,’ ‘kata Lukita yang juga menjabat sebagai Komisaris Pelindo 1.

Mengenai siapa yang akan menjadi pasangannya dalam Pilwako Batam nantinya, Lukita juga belum menyatakan dengan rinci.

”Untuk saat ini kita tahu, tak ada satu pun partai yang bisa mengusung calonnya sendiri. Jadi semua harus berkoalisi, jadi semua berjalan sesuai proses. Terlalu dini menyatakan saya nanti akan berpasangan dengan siapa. Untuk deklarasi saya belum bisa katakan tanggal pastinya, tetapi menunggu situasi di pusat, karena sangat berpengaruh dengan konstilasi politik di daerah,” tutup Lukita.(dye)