Batam

STIT Internasional Muhammadiyah, Membuka Penerimaan Mahasiswa Baru

Arifuddin Jalil.

BATAM, POSMETRO.CO : Satu lagi perguruan tinggi hadir di Batam Kepulauan Riau, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Internasional Muhammadiyah.

STIT saat ini mulai merekrut mahasiswa baru. Masyarakat Batam dan sekitarnya yang ingin menjadi tenaga pengajar yang handal, dengan kemampuan skil yang memadai dapat menjatuhkan pilihannya untuk menimba ilmu di kampus yang didirikan Muhammadiyah tersebut.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) STIT Internasional Muhammadiyah, Indrastuti PhD mengatakan, pihaknya sangat bersyukur karena pemerintah kembali memberikan kepercayaan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

“Alhamdulillah, tahun ajaran baru 2019/2020 kami diberikan kepercayaan untuk menerima mahasiswa baru,” kata Indrastuti, Kamis (1/8).

Lebih lanjut Indrastuti, yang biasa akrab disapa Iin itu menyebutkan, berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 288 Tahun 2019,  pihaknya diberikan kesempatan untuk mengelola STIT Internasional Muhammadiyah dengan membuka Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

“Kedua Prodi tersebut diharapkan akan melahirkan tenaga pendidik yang professional,” kata Iin.

Pihaknya cukup optimis masyarakat Batam akan antusias memilih kuliah di Kampus Muhammadiyah, karena kedua Prodi tersebut dinilai cukup diminati masyarakat Batam. Pasalnya, lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) makin tumbuh di Batam.

“Tentu mereka membutuhkan tenaga pengajar yang siap pakai. STIT Internasional Muhammadiyah akan menjawab keterbatasan tenaga pengajar tersebut,” katanya.

Kampus STIT Internasional Muhammadiyah yang terletak di Komplek Pusat Dakwah Muhammadiyah Asean Tembesi Batam, telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana.

Dalam gedung kuliah berlantai tiga tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas.

Diantaranya ruang kuliah dengan pendingin ruangan (AC), Wifi gratis, masjid berkapasitas 1.000 jamaaah, laboratorium komputer dan bahasa, lapangan olahraga, serta sejumlah fasilitas lainnya.

Secara terpisah, Ketua STIT Internasional Muhammadiyah Batam Arifuddin Jalil menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah tenaga pengajar.

Umumnya, para dosen tersebut berasal dalam negeri dan luar negeri.

“Beberapa dosen dari Timur Tengah. Mereka masih muda-muda, tetapi sudah memiliki pengalaman mengajar,” kata Arjal, demikian Arifuddin Jalil, biasa disapa.

Ketika ditanya terkait biaya kuliah. Spontan Arjal menjawab, “Cukup terjangkau. Bahkan bisa gratis,’’ ujarnya.

Ia berharap jebolan Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat dapat melanjutkan pendidikannya di STIT. ***