Batam Kita

KEPALA BP: Batam Siap Terapkan Industri 4.0

Edy Putra Irawadi
Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi dalam acara di Singapura. Foto: Humas BP Batam.

BATAM, POSMETRO.CO – Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi mengatakan bahwa Batam siap dalam menerapkan industri 4.0 yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.

“Batam akan selalu siap dalam menerapkan industri 4.0 yang mana sejak beberapa tahun lalu Batam sudah memiliki industri animasi digital yang dijalankan oleh Kinema Infinite Studio, ” kata Edy Putra Irawadi di acara 2nd Indonesia Invesment Day 2019 pada Jumat (26/7/2019) di Singapura.

Dalam acara itu hadir juga Kepala Bea dan Cukai Heru Pambudi, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate) Stanny Indrawati.

Menurutnya, Batam telah memiliki fiber optic dan Data Centre. Karena itu BP Batam sudah menjalankan program pemerintah Indonesia dalam menerapkan industri 4.0. “Yang mana industri digital dan artificial intelligence (AL) atau kecerdasan buatan yang diterapkan dan dapat diatur dalam suatu sistem ilmiah yang saat ini sangat maju dan canggih,” terang dia.

Edy melanjutkan, saat ini BP Batam sedang mengembangkan industri yang lebih terarah dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah pengembangan industri jasa dan industri yang menerapkan basis digital.

“Dan saat ini BP Batam melalui RSBP Batam sudah melakukan ikatan kerja sama melalui penandatanganan MoU dengan dClinic International, Deloitte South East serta JP Consulting yang merupakan investor asal Australia yang bergerak dalam palayanan kesehatan yang berbasis digital dengan penerapan blockchain dengan nilai kontrak sebesar USD 140 juta, ” paparnya.

Selain fokus pengembanga industri yang berbasis digital serta ramah lingkungan BP Batam juga mengembangkan industri jasa. Yakni Jasa Logistik, Jasa Pelayanan Kesehatan, Jasa Keuangan dan Jasa Tourism.

“Ayo Singapura dan Singapura Friends datanglah ke Batam, karena kita adalah semacam satu rumpun bambu, kita harus tumbuh bersama, kita harus kuat bersama untuk menghadapi berbagai badai ekonomi dan perubahan ekonomi-ekonomi dunia, ” ajak Edy.

“Kita harus bersama, karena kita adalah satu rumpun bambu, bukan satu rumpun pisang yang tumbuh sendiri tinggi dan yang lainnya rendah dan akhirnya mati, ” tutupnya.(*/esa)