Karimun

5 Hari Menghilang, Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Rumah

Polisi harus melewati medan yang cukup sulit untuk sampai ke rumah korban. (istimewa)

KUNDUR, POSMETRO.CO : Jumat (26/7/2019) sekitar pukul 07.30 WIB, Suhaimi penasaran lantaran temannya Sofian (41) sudah lebih dari seminggu tidak datang ke rumahnya.

Ia pun langsung mendatangi tempat tinggal Sofian di jalan Dusun 1 pulau Peopos, RT 02/ RW 01 desa Ngal, Kecamatan Unggar Kabupaten Karimun, Provinsi. Kepri. Bukan main kaget ia saat tiba di rumah Sofyan. Ia melihat tubuh Sofian sudah membusuk di dalam rumah.

Hal ini diketahuinya saat tiba di rumah Sofian, Pasalnya dari luar rumah ia mencium bau busuk. Ia pun kemudian mendekat mencari tahu asal aroma busuk yang menyengat hidung itu dan melihat korban sudah membusuk.

Tubuh korban ditemukan dalam posisi telungkup. Mendapati hal ini ia pun melaporkan kepada Hamzah, Ketua RW setempat, dan bersama warga langsung ke rumah korban, kemudian atas kesepakatan warga rumah korban dibuka paksa dan setelah rumah terbuka terlihat korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi telungkup di lantai, selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek kundur

Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

“Korban diketahui tinggal sendiri. Ditemukan sudah meninggal di rumah milik Nurul di Pulau Propos Desa Ngal kecamatan Unggar, korban sejak tahun 2004 disuruh menempati rumah dan menjaga rumah Nurul pasalnya Pemilik rumah tinggal di Durai,” ucap Endi.

“Hasil dari visum luar ditemui diisekeliling korban ada muntahan darah dari mulutnya dan kondisi korban sudah, membusuk. Di perkirakan korban meninggal dunia lebih dari 5 hari. Disekitar korban juga di temukan obat obatan jenis mafenamic Afif, obat oles jenis Pi kang Shuang, Amiogal, obat-obatan kemasan jenis seahorse ghensen, dan jamu rebusan didalam panci yang terletak didapur rumah korban,” tambah Endi.

“Kuat dugaan korban meninggal akibat sakit yang dideritanya. Dikuatkan lagi tidak ada tanda-tanda kekerasan dan pengrusakan di rumah korban,” tegas Endi.(ria)