Batam

Tak Punya Lahan Sekolah Negeri, FKTW Sei Jodoh Temui BP Batam

Susasana pertemuan antara pihak FKTW Sei Jodoh dan perwakilan dari BP Batam.

BATAM, POSMETRO.CO : Dari data Dinas Pendidikan Kota Batam, saat ini ada ada 165 SD/MI Negeri, 64 SMP/MTS Negeri, dan 64 sekolah setingkat SMA/MA Negeri yang ada di Batam.

Tapi anehnya, dari sekian sekolah negeri yang ada baik tingkat SD sampai SMA, tak satu pun yang berlokasi di kawasan Jodoh, padahal kawasan tersebut adalah kawasan sentral dan padat penduduk. Alasan pihak pemerintah kota, tidak dibangunnya sekolah negeri di kawasan tersebut karena tidak adanya lahan.

”Ini sudah menjadi permasalahan yang belum selesai sejak dulu, dan masalah ini juga menjadi keluhan warga. Setiap tahun terutama saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kembali masalah tersebut timbul,” ungkap Lurah Jodoh, Ulik Mulyawan.

Karena itu juga, pada Rabu (13/3) lalu, pihak Forum Komunikasi RT/RW (FKTW), tokoh masyarakat, serta Lurah Sei Jodoh, melakukan pertemuan dengan pihak Badan Pengusahaan Batam (BP) di Batam Centre, untuk meminta lahan sebagai fasilitas pendidikan.

”Yang paling utama adalah lahan pembangunan untuk SD dan SMP Negeri, padahal ada beberapa lahan tidur yang tidak dibangun hingga PL nya sudah habis. Seharusnya lahan tersebut bisa dijadikan sebagai lokasi pembangunan sekolah negeri,” ungkap Ketua FKTW Sei Jodoh, Suroyo.

Selain meminta lahan untuk sekolah, beberapa perangkat RT dan RW juga meminta pemutihan lokasi, seperti disebutkan Hasan selaku Ketua RW 07 Bukit Senyum. Ia meminta kawasan Bukit Senyum dan Mekar Wangi diputihkan, biar sama dengan beberapa kawasan di Batam yang juga sudah diputihkan. Juga ada usulan agar kawasan sekitar Pantai Strees Sei Jodoh tidak digarap perusahaan. Karena kawasan itu bisa jadi ikon wisata Kelurahan Sei Jodoh. Karena kawasan di kawasan itu bisa ditata oleh pihak pemerintah setempat.

Perwakilan BP dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Yarmanis dan didampingi Wesli, menyebut akan menyampaikan usulan dan permintaan FKTW Sei Jodoh ke pimpinan. Mereka juga meminta maaf karena Ketua BP serta Direktur Lahan tidak bisa bertemu, karena sedang berada di Jakarta.Dari pihak BP yg di wakili oleh pk yarmanis, didampingi.

Sementara Lurah Sei Jodoh, Ulik Mulyawan mengatakan, sangat bersyukur karena warganya peduli dengan permasalahan yang ada terutama masalah dunia pendidikan.

”Ini adalah keprihatinan sosial yang dirasakan masyarakat. Mereka sangat mendambakan agar anak-anak di Sei Jodoh bisa mendapat pendidikan yang berada di tempat tinggal mereka,” ungkap Ulik.(dye)